Sengketa Lahan di Kalteng

Digarap Sejak Lama, Tiba-tiba Lahan Ijah Ditindih Sertifikat Dadakan, Kok Bisa?

Beberapa pemilik lahan yang telah lama menggarap lahan di kawasan itu, mengaku kaget dengan, adanya sertifikat dadakan

Digarap Sejak Lama, Tiba-tiba Lahan Ijah Ditindih Sertifikat Dadakan, Kok Bisa?
tribunkalteng.com/faturahman
Lahan di Lingkar Luar Sampit, yakni Lingkar Utara dan Selatan, Kotim Kalteng ini banyak yang bermasalah dengan kepemilikan lahanya. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Warga yang tinggal di Jalan Lingkar Utara dan Selatan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengeluhkan, maraknya tumpang tindih lahan di kawasan tersebut.

Beberapa pemilik lahan yang telah lama menggarap lahan di kawasan itu, mengaku kaget dengan, adanya sertifikat dadakan (sementara) yang sebelumnya tidak ada dasar SKT sebagai alas dari kepemilikan lahan tersebut.

"Kami sudah puluhan tahun menggarap lahan di sini, dan ada alas SKT lengkap di kelurahan dan diketahui oleh pemilik lahan di samping kiri dan kanan petak lahan kami tetapi BPN malah mengklaim lahan kami ada sertifikatnya," ujar Ijah salah satu pemilik lahan di Ligkar Luar Sampit, Jumat (21/9/2108).

Baca: Di Piala Liga Europa, Chelsea Unggul 1-0 Berkat Willian Kala Kontra PAOK Salonika

Baca: Kapolres di Kalteng Mulai Lakukan Pendataan Lahan Sengketa

Baca: Sevilla Menang Telak, Chelsea dan AC Milan Tipis, Berikut Hasil Lengkap Liga Europa

Dikatakan dia, lahan tersebut dibelinya dari penggarap dengan cara legal dan pajak untuk PBB lahan juga sudah dibayarkan hingga beberapa tahun, tetapi belakangan pihak BPN malah mengklaim lahan itu ada pemiliknya.

"Saat kami tanyakan soal alas SKT lahan , BPN Sampit malah mengatakan, sertifikat asli hilang (terbakar) sehingga dibuat Sertifikat sementara. Tapi BPN tidak bisa menunjukkan alas surat berupa SKT, dan hanya menyatakan Sertifikat sementara, ini aneh sekali," ujarnya.

Kepala BPN Kalteng, Pelopor, mengakui, memang banyak laporan kasus sengketa lahan yang masuk ke kantornya jumlahnya hingga mencapai 500 lebih tersebar di Kabupaten dan Kota se Kalteng.

"Ini yang kami tangani saat ini, dan melibatkan Polda Kalteng dan Polres untuk membantu mengungkapnya, sehingga jika ada oknum petugas yang bermain akan ditindak sesuai perjanjian kesepakatan yang di sepakati," ujarnya. (tribunkalteng.com/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help