Bisnis dan Ekonomi

Tingkatkan Kualitas Uang Layak Edar, Ini yang Dilakukan Bank Indonesia Kalteng

Nota kesepakatan itu sendiri ditandatangani oleh 3 pimpinan bank di Palangkaraya bersama empat pengelola pertokoan/swalayan/waralaba.

Tingkatkan Kualitas Uang Layak Edar, Ini yang Dilakukan Bank Indonesia Kalteng
Istimewa
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kalteng Wuryanto menyampaikan paparan Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Bank Indonesia Perwakilan Kalteng bersama pihak perbankan, Kamis (20/9/2018), melakukan penandatanganan nota kesepakatan dengan kalangan pengusaha dan pengelola swalayan di Palangkaraya.

Penandatanganan nota kesepakatan itu sendiri pada dasarnya sebagai inisiasi atas upaya meningkatkan uang layak edar di masyarakat. Kegiatan tersebut dirangkai dengan Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional.

Baca: Kajian Ekonomi Keuangan dan Regional Kalteng, Triwulan III Dprediksi Menguat

Baca: Terbongkar Gegara Mobil Goyang, 5 Fakta Seputar Siswi SMP yang 4 Kali Digauli Oknum Guru

Baca: Tumbangkan Pasangan Thailand dalam 23 Menit, Kevin/Marcus Lolos ke Perempat Final China Open 2018

"Pada dasarnya, ini kami lakukan agar dapat meningkatkan kualitas uang Rupiah layak edar di Kalteng," terang Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kalteng Wuryanto.

Nota kesepakatan itu sendiri ditandatangani oleh 3 pimpinan bank di Palangkaraya bersama empat pengelola pertokoan/swalayan/waralaba.

Mereka dari Bank Central Asian Cabang Palangkaraya dengan Sendy's Swalayan, BNI Caang Palangkaraya dengan  KPK Swalayan, Bank Mandiri Cabang Palangkaraya dengan PT Matahari Department Store Palangkaraya, serta Bank Mandiri Cabang Palangkaraya dengan Hypermart Palangkaraya.

Untuk meningkatkan kualitas soil level uang rupauy, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalteng sebelumnya telah melakukan beberapa upaya. Antara lain dengan mengedukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dengan target utama toko, swalayan, dan waralaba.

Selain itu, Bank Indonesia Perwakilan Kalteng juga telah melakukan penambahan frekuensi kas keliling, masing-masing 55 kali di dalam kota Palangkaraya dan 30 kali di luar kota.

"Uang Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, merupakan kewajiban bagi Bank Indonesia untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat bagaimana cara merawat Rupiah. Melalui cara-cara ini, diharapkan kualitas uang layak edar semakin meningkat," timpal Wuryanto. (TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help