Kabar Kalsel

Anggota DPR RI Ini Keluhkan Kabut Asap Ganggu Penerbangannya di Kalsel

Anggota Komisi II DPR RI, Tuti Nusandri rupanya tak luput merasakan dampak kabut asal yang menyelimuti Kalsel.

Anggota DPR RI Ini Keluhkan Kabut Asap Ganggu Penerbangannya di Kalsel
istimewa
Kunker komisi II DPR RI ke Setdaprov Kalsel 

TRIBUNKALTENG.COM, Banjarbaru - Anggota DPR RI komisi II bidang Pemerintahan dalam Negeri dan Otonomi Daerah, Aparatur dan Reformasi Birokrasi, Kepemiluan, Pertahanan dan Reforma Agraria, Tuti Nusandri rupanya tak luput merasakan dampak kabut asal yang menyelimuti Kalsel.

Dalam kunjungan kerja komisi II DPR RI ke Pemprov Kalsel, Kamis (20/09/2018) Ia pun mengungkapkan, dirinya terganggu dengan adanya kabut asap yang terjadi di Kalsel.

 Akibat kabut asap, penerbangannya mengalami gangguan dan kembali lagi ke Jakarta.  Aneh, Kalsel yang setiap tahun mengalami kabut asap hingga kini tak bisa menangani kabut asap yang terjadi di Kalsel.

"Ini kan sudah bencana rutin ya, bagaimana ini kabut asap sampai mengganggu penerbangan," ujarnya saat melontarkan pertanyaan yang dimoderatori oleh ketua tim kunker dari Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera.

Baca: Jadwal Siaran RCTI Liga Europa Malam Ini: Paok vs Chelsea, Dudelange vs AC Milan, Arsenal vs Vorskla

Baca: Ini Lima Fakta Pernikahan Sule-Lina, Beri Belanja Rp 200 Juta Perbulan

Baca: Hadapi Laga Tandang Bhayangkara FC, Barito Putera Boyong 20 Pemain

Menurutnya Pemprov Kalsel hendaknya mampu menanggulangi bencana asap yang terjadi di daerah sendiri. Terlebih bencana ini rutin terjadi di musim kemarau.

Asisten satu bidang pemerintahan, Siswansyah yang kali itu menerima kunjungan mengatakan memang di 2018 kejadian bencana kabut asap tergolong lebih besar dibandingkan 2017 lalu. Pasalnya kabut asap timbul karena kebakaran lahan yang berjarak tak jauh dari area bandara. Akibatnya asap tebal menyelimuti bandara.

Selain itu dibandingkan tahun lalu, 2018 ini sebutnya hujan sangat jarang turun dengan deras di Kalsel.

"Hujan deras hanya terjadi beberapa kali, kalau tahun kemarin masih sering turun di musim kemarau," sebutnya.

Ia dengan pasrah mengatakan kondisi kabut asap seperti itu kemungkinan akan terjadi hingga Oktober mendatang.

Baca: Hasil China Open 2018 : Menang Lawan Viktor Axelsen, Anthony Ginting Lolos Ke Perempat Final

Baca: Kapolres Kapuas Batasi Waktu Hiburan Malam di Kecamatan dan Desa, Ini Alasannya

Pemprov Kalsel melalui BPBD terangnya juga kewalahan menghadapi kebakaran lahan di Kalsel yang didominasi oleh lahan gambut yang terbakar.

"Lahan yang terbakar adalah lahan gambut, dan api membakar hingga kedalaman dua meter, sehingga permukaan tanah sudah basah namun di dalamnya masih ada api," jelasnya.

Pihaknya juga tak bisa mengharapkan bantuan dari BNPB karena bencana kebakaran lahan terjadi tak hanya di Kalsel namun juga di Sumatera, Riau dan daerah lain.

"Kita memaksimalkan peralatan yang ada saja di Kalsel," ujarnya.

Sementara terkait rubella kali itu dalam rapat terkait pelayanan publik tak terlihat perwakilan Dinkes Kalsel.
(banjarmasinpost.co.id/milna sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help