Kabar Kotawaringin Timur

Rumah Warga Jaya Karet Sampit Dibakar, Asmara Jadi Motif Pembakaran

kerugian material akibat kebakaran rumah tersebut diperkirakan mencapai setengah miliar rupiah.

Rumah Warga Jaya Karet Sampit Dibakar, Asmara Jadi Motif Pembakaran
tribunkalteng.com/faturahman
Kapolres Kotim AKBP Muhammad Romel. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Penyidik kepolisian Polres Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, hingga, Rabu (19/8/2018) masih memproses hukum terhadap Alf (46) yang diduga membakar rumah milik Syahroni (43) warga Jaya Karet, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kotim.

Warga Desa Jaya Karet ,Minggu (16/9/2018) dikagetkan dengan terbakarnya sebuah rumah yang juga dimanfaatkan untuk toko di Jalan HM Arsyad, km 36, Desa Jaya Karet, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) siang.

Rumah yang berada di Jalan menuju Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan itu, sengaja di bakar Alf (46) yang diduga akibat terbakar api cemburu. Rumah tersebut milik Syahroni (43) yang saat kejadian, sedang tidak berada di rumah. 

Baca: Ada Akses Jakan ke Rumah Pak Eko, Rahmat: Saya Masih Punya Rasa Kemanusiaan

Baca: Menunggu Putusan MUI, Kegiatan Kelompok Ini Sementara Dilarang

Baca: Gelar Aksi Damai, Massa Tuntut 3 Anggota DPRD Samarinda Minta Maaf

Informasi dari Kapolres Kotim, AKBP  M Romel, saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, membenarkan rumah itu sengaja di bakar oleh pelaku yang saat itu marah besar."Ya, motifnya memang asmara, tapi kami masih terus melakukan pendalaman kasus ini,"ujarnya.

Saat ditemui di Palangkaraya, dia mengatakan, pelaku pembakaran hanya satu orang dan sudah diamankan pihaknya, kasus tersebut terus diproses hukum sedangankan, kerugian material akibat kebakaran rumah tersebut diperkirakan mencapai setengah miliar rupiah.

Romel juga menegaskan, bahwa akibat tindakan brutal yang dilakukan oleh pelaku dengan membakar rumah tersebut, mengacu dengan aturan hukum dan perundangan yang berlaku, maka akan diancam hukuman minimal 5 tahun kurungan.

"Saat diintrogasi pelaku mengaku, membeli minyak dari pengecer , karena kecewa orang yang dicari di rumah tersebut tidak ketemu sehinga nekat membakar rumah tersebut,"ujarnya.

Dalam kejadian kebakaran tersebut,tidak ada korban jiwa, namun,  barang berharga milik korban yang berada di dalam rumah semuanya terbakar dan saat ini rumah tinggal puing belaka dan dalam pengawasan polisi dan diberikan police line. (TRIBUNKALTENG.COM/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help