Advertorial Seruyan

Nelayan Danau Sembuluh Seruyan Angkat 5 Ton Ikan Setiap Hari

Nelayan umumnya menangkap ikan secara berkelompok terdiri dari 6-8 orang laki-laki dewasa.

Nelayan Danau Sembuluh Seruyan Angkat 5 Ton Ikan Setiap Hari
Istimewa/DLH Seruyan
Seorang nelayan Desa Sembuluh I, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan menurunkan satu gerobak ikan hasil tangkapannya, Senin (18/9/2018). Nelayan Danau Sembuluh berhasil mengangkat rata-rata 3-5 ton setiap harinya. 

TRIBUNKALTENG.COM - Potensi perikanan tangkap di Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sangat besar. Nelayan warga Desa Sembuluh I dan II, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan berhasil mengangkat 5 ton ikan air tawar dari Danau Sembuluh.

"Kalau sedang surut, kita bisa angkat sampai 5 ton per hari di sini. Sedangkan kalau air sedang naik rata-rata 2-3 ton per hari," kata Itam, seorang nelayan yang ditemui Tribunkalteng.com di tepi Danau Sembuluh, Senin (18/9/2018).

Ia melanjutkan ikan lebih mudah ditangkap saat air danau surut. Ikan akan berkumpul di titik-titik tertentu sehingga nelayan dengan mudah menjaring ikan-ikan tersebut.

Nelayan umumnya menangkap ikan secara berkelompok terdiri dari 6-8 orang laki-laki dewasa. Hasil dari tangkapan akan dibagi rata sejumlah anggota kelompok tersebut.

"Beberapa jenis ikan yang kami tangkap antara lain baung, lais, sanggang, toman, biawan, biis, haruan, telan, piyang, kalui dan masih banyak lagi lainnya," terang dia.

Ditemui di tempat yang sama, Pujah seorang penampung ikan mengaku harga ikan saat turun dari perahu jauh lebih murah ketimbang harga di pasar. Harga berbagai jenis ikan air tawar itu antara Rp15-25 ribu per kilogram.

"Untuk ikan Haruan itu Rp25 ribu per kilo, Lais Rp25 ribu per kilo, Baung Rp20 ribu per kilo, Toman Rp20 ribu per kilo, kalau Telan itu tidak ada harganya, kadang orang minta saja dikasih, tapi kalau beli ya paling Rp15 ribu per kilonya," kata Pujah.

Anang Sandung, penampung ikan lainnya mengaku ikan dari Danau Sembuluh ini sudah merajai pasar ikan di sepanjang jalur Kalteng Kalbar sampai negeri jiran Malaysia. "Kalau Bos kami yang beli ini kan membawa ikan ini ke jalur Kalbar sana, bahkan sampai ke Malaysia. Oleh karena itu ada di daerah Sekadau, Kalbar, ada istilah ikan Baung Sekadau, padaha litu ikan Baung dari Danau Sembuluh ini," pungkas dia. 

Belum Ada Bukti Ilmiah Soal Pencemaran

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Seruyan Priyo Widagdo, pencemaran lingkungan di Danau Sembuluh harus dibuktikan secara ilmiah dengan hasil uji laboratorium yang terakreditasi. Sehingga, pihaknya tidak bisa mengeluarkan pernyataan bahwa danau tersebut tercemar atau tidak, sebelum ada hasil analisis laboratorium.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help