Bisnis dan Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Rp 14.915 per Dolar, Impor BBM Picu Defisit Rp 24 Triliun

Pada awal perdagangan, nilai tukar rupiah dibuka melemah pada posisi Rp 14.862 per dolar AS.

Nilai Tukar Rupiah Rp 14.915 per Dolar, Impor BBM Picu Defisit Rp 24 Triliun
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih mengkhawatirkan.

Pada penutupan perdagangan, Senin (17/9/2018), nilai tukar rupiah mendekati angka psikologis Rp 15 ribu, tepatnya Rp 14.915 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, pada posisi tersebut depresiasi nilai tukar rupiah sejak awal 2018 menjadi 9,81 persen.

Pada awal perdagangan, nilai tukar rupiah dibuka melemah pada posisi Rp 14.862 per dolar AS.

Baca: Pelemahan Nilai Rupiah, Ribuan Mahasiswa dari BEM Se-Indonesia Gelar Demo di Kantor Sri Mulyani

Baca: Pecahkan Rekor Dunia, 547 Spiderman Berkumpul di Swedia

Baca: VIDEO: Nursaka Nyanyikan Lagu Satu Nusa Satu Bangsa, Bocah Malaysia yang Sekolah di Indonesia

Bank Indonesia menyebutkan defisit neraca perdagangan periode Agustus 2018 sebenarnya menunjukkan perbaikan dibanding Juli 2018, namun ekspektasi pasar melebihi angka itu.

Tak pelak nilai tukar rupiah di pasar spot tertekan sepanjang Senin siang.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan meskipun defisit, tekor neraca perdagangan Agustus 2018 (sebesar 1,02 miliar dolar AS), sudah jauh menurun dibandingkan Juli 2018 yaitu 2,03 miliar dolar AS.

Defisit impor bahan bakar minyak (BBM) mencapai 1,66 miliar dolar AS, setara Rp 24,7 triliun.

"Mungkin harapan pasar lebih dari itu (1,02 miliar AS). Perlu waktu karena tidak bisa impor langsung dipotong. Kita lihat prosesnya ada progres, " ujarnya.

Sentimen neraca perdagangan memang membayangi pergerakan nilai tukar mata uang rupiah.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help