Transportasi Daring

Puluhan Ribu Driver Grab Diberhentikan, Curang Jadi Mitra dari Fake GPS Hingga Tuyul

Puluhan Ribu Driver Grab Diberhentikan, Curang Jadi Mitra dari Fake GPS Hingga Tuyul

Puluhan Ribu Driver Grab Diberhentikan, Curang Jadi Mitra dari Fake GPS Hingga Tuyul
Sejumlah massa ojek online berunjuk rasa saat demo di depan Gedung DPR/MPR RI untuk berunjuk rasa menyampaikan aspirasinya, Senin (23/4/2018). Dalam demo ini para pengemudi ojek online menuntut kenaikan tarif, Pengakuan legal, dan perlindungan hukum dan keadilan bagi ojek online.(KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI) 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Puluhan Ribu Driver Grab Diberhentikan, Curang Jadi Mitra dari Fake GPS Hingga Tuyul.

Grab Indonesia telah memutus hubungan kerja dengan puluhan ribu mitra pengemudinya karena terbukti curang selama menjadi mitra pengemudi Grab.

Ridzki Kramadibrata ,Managing Director Grab Indonesia menyatakan, kecurangan yang dilakukan mitra pengemudi bervariasi, mulai dari menggunakan fake GPS hingga aplikasi "tuyul".

"Puluhan ribu akun fiktif telah kita matikan. Setelah kita matikan itu, kita tidak memberikan ruang bagi pelaku kecurangan ini untuk masuk lagi ke sistem kita," kata Ridzki dalam jumpa pers di Kantor Grab, Pademangan, Kamis (13/8/2018).

Ridzki menuturkan, akun-akun yang hendak dihapus itu diperingatkan sebelumnya.

Bahkan, para mitra pun telah diberikan waktu untuk memperbaiki pekerjaannya.

"Masing-masing mitra itu ada statusnya sebelum kita putus. Statusnya mereka tingkat pelanggarannya bagaimana, apakah sudah parah, bahkan ada kesempatan untuk mereka memperbaiki diri," kata Ridzki.

Namun, Ridzki menyebut tidak semua mitra memanfaatkan waktu amnesti itu.

Beberapa mitra pun langsung diputus karena kecurangannya dinilai terlalu berat.

Adapun para mitra yang terbukti melakukan kecurangan berat tersebut juga dilaporkan ke pihak kepolisian supaya diproses secara hukum dan mendapat efek jera. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Grab Hentikan Puluhan Ribu Mitra Pengemudi

Editor: Royan Naimi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help