Kabar Palangkaraya

Kabut Asap, Kasus Ispa Mulai Meningkat di Palangkaraya

Kabut asap dampak kebakaran lahan di Kalimantan Tengah, Sabtu (15/9/201), kembali menyelimuti Kota Palangkaraya.

Kabut Asap, Kasus Ispa Mulai Meningkat di Palangkaraya
tribunkalteng.com/faturahman
Kota Palangkaraya, Sabtu (18/8/2018) diselimuti kabut asap dan bau menyengat akibat dampak kebakaran lahan. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kabut asap dampak kebakaran lahan di Kalimantan Tengah, Sabtu (15/9/2018) kembali menyelimuti Kota Cantik Palangkaraya. Kabut bercampur bau asap menyengat mengganggu warga Kota Cantik.

Meski kabut asap masih terbilang tipis, namun bau asap akibat kebakaran lahan sangat mengganggu warga setempat saat berada di luar rumah, sehingga masker menjadi alternantif yang digunakan warga untuk menutup hidung saat bepergian keluar rumah.

Beberapa warga mengeluhkan batuk dan sakit tenggorokan, dampak kembali munculnya kabut asap akibat kebakaran lahan di pinggiran Kota Palangkaraya tersebut.

Baca: Kabut Sempat Ganggu Jarak Pandang, Pesawat Kedua Telat Tiba di Tjilik Riwut

Baca: Hulk di Film Avengers 4 Tak Lagi Telanjang, Penampilan Barunya Pakai Kostum

Baca: Mudah dan Praktis, Cara Membuat Sambal yang Bikin Ketagihan

"Sudah dua hari ini, bau asap sangat terasa sehingga, batuk dan radang tenggorokan mulai menyerang," ujar Farida, warga Jalan Bukitraya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Yayuk Indriarti, mengakui adanya peningkatan penderita Ispa tersebut, namun sebutnya, belum signifikan peningkatannya.

"Kami standby saja, untuk masker maupun obat-obatan, kami imbau warga jika keluar rumah pakau masker, dan banyak minum air putih dan konsumsu vitamin,"ujarnya.

Sementara itu, dalam mencegah kebakaran lahan, polisi makin gencar melakukan patroli keliling dan melakukan policeline terhadap lahan yang terbakar dan menindak para pelaku pembakar lahan untuk di proses secara hukum yang berlaku.

Polisi telah menetapkan, sebanyak 31 orang sebagai tersangka , bahkan telah menahan sebanyak delapan orang pembakar lahan yang tertangkap tangan melakukan pembakaran lahan untuk segera diproses ke pengadilan.

"Dalam waktu dekat kasusnya akan dilimpahkan ke kejaksaan,"ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalteng, Kombes Pol Adex Yudisman.

Bukan hanya itu, pihaknya juga menyita dengan memberikan garis polisi terhadap ratusan lahan yang terbakar di seluruh wilayah Kalimantan Tengah , meskipun lahan yang di policeline tersebut, belum dikerahui pemiliknya belum diketahui.

"Ada 40 lahan yang dipasangi policeline ada pemiliknya, kami proses,"ujarnya. (tribunkalteng.com/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved