Bisnis dan Ekonomi

Bulog akan Jual Gula, Tepung Terigu, dan Minyak Tanah Kemasan Sachet

ada tiga produk, yakni gula, tepung terigu, dan minyak tanah, yang akan dijual seharga Rp 2.500 per kemasan.

Bulog akan Jual Gula, Tepung Terigu, dan Minyak Tanah Kemasan Sachet
Tribunnews
Dirut Perum Bulog Budi Waseso dan beras kemasan sachet. 

"Gula, tepung terigu, mungkin minyak tanah. Harga lebih terjangkau, Rp 10 ribu dapat empat kemasan"

TRIBUNKALTENG.COM - Tak hanya beras kemasan, Perum Bulog akan menjual produk lainnya dalam bentuk kemasan atau saset ukuran 200 gram.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog Imam Subowo menyebutkan, ada tiga produk, yakni gula, tepung terigu, dan minyak tanah, yang akan dijual seharga Rp 2.500 per kemasan.

"Gula, tepung terigu, mungkin minyak tanah. Harga lebih terjangkau, Rp 10 ribu dapat empat kemasan," kata Imam Subowo saat ditemui di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (14/9/2018).

Targetnya, produk kemasan tersebut akan diluncurkan tahun ini, dan saat ini draftnya tengah dibahas di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Baca: Mengaku Masih Sulit Jual Gula Petani, Bulog Beri Alasan Begini

Baca: Diawasi KPK dan BKN, Ini 4 Tempat Lokasi Seleksi CPNS 2018 di Kalteng

Baca: Lahir Tanpa Tangis, Jenazah Bayi Bermata Satu Itu Dikebumikan Dinihari

"Produk 200 gram tersebut saya pengin tahun ini keluar. Masih tunggu izin dari BPOM," ungkap Imam.

Imam Subowo menjabarkan, tiga produk baru kemasan tersebut dihadirkan melihat keberhasilan dari beras kemasan yang saat ini sudah didistribusikan hingga ke Papua, dengan jumlah produksinya mencapai 500 ton.

"Animo beras bagus. Itu sudah kita distribusikan sampai ke Papua. Yang sudah dilepas ke pasar sekitar 500 ton. Rencananya hingga 10 ribu ton sampai akhir tahun," tutur Imam.

Berdasarkan survei Bulog, banyak daerah seperti di Jawa Tengah dan Yogyakarta yang meminta gula kemasan, sehingga nanti produk gula kemasan yang akan dikeluarkan terlebih dahulu.

"Masih tunggu izin dari POM. Stok gula 150 ribu ton lebih. Supaya megalir jadi harus kita jual. Permintaan banyak di Jawa Tengah, Yogyakarta, justru yang ukuran seperempat juga ditunggu," beber Imam. (Apfia Tioconny Billy)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help