Kabar Kalsel

Api Lalap Gudang Pertanian, Pupuk dan Obat Ikut Ludes Terbakar

Gudang BBI Dinas Pertania, Tabalong diamuk si jago merah. Selain membakar bangunan juga merusak pupuk, obat dan alat pertanian.

Api Lalap Gudang Pertanian, Pupuk dan Obat Ikut Ludes Terbakar
istimewa/polsek tanjung
Gudang BBI Dinas Pertanian Tabalong ludes terbakar. 

TRIBUNKALTENG.COM, TANJUNG - Gudang BBI Dinas Pertanian Kabupaten Tabalong yang ada di Jln Basuki Rahmat, kelurahan Hikun, kecamatan Tanjung, Tabalong, diamuk si jago merah, Senin (10/9/2018) sekitar pukul 10.15 wita.

Tak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini, namun kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 200 juta. Ini dikarenakan selain membakar sebagian besar bangunan, akibat kebakaran ini juga merusak pupuk, obat dan alat pertanian.

Informasi didapat, kebakaran gudang pertanian yang berdekatan dengan kantor Koramil Tanjung ini cukup membuat geger.

Kemunculan si jago merah ini diketahui ketika sudah muncul di bagian atas bangunan gudang.

Baca: Begini Kronologi Penangkapan dua Tahanan Batola yang Kabur

Baca: Bocah SD Ini Disebut Kalahkan Syahrini, Tiap Hari Nursaka Melintasi 2 Negara untuk Bisa Sekolah

Sehingga muncul dugaan sementara penyebab munculnya api karena adanya hubungan arus pendek listrik.

Warga sekitar yang melihat kobaran api sempat berusaha memamdkan namun si jago merah terus membesar.

Kobaran api sendiri baru bisa dijinakan sekitar setengah jam berkat datangnya barisan pemadam kebakaran yang bersama warga saling bahu-membahu untuk memadamkan.

Kapolres Tabalong AKBP Hardiono melalui Kapolsek Tanjung, Iptu K Purba, dikonfirmasi, membenarkan adanya kebakaran tersebut.

"Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini dan yang terbakar adalah gudang pertanian," tegasnya.

Terpisah Kepala Dinas Pertanian Tabalong, Johan Noor Efendi, menyampaikan, ada beberapa pupuk, obat dan sarana pertanian yang ikut terbakar.

"Ada pupuk, obat-obatan seperti deorab, alat penyeprot dan lainnya," katanya.

Baca: Polisi Bekuk Pengedar Sabu di Paringin, Kelabui Dengan Menyamar Sebagai Pembeli

Untuk obat, pupuk dan alat yang terbakar itu ada yang dibeli dengan anggaran pemerintah, ada juga yang berasal dari bantuan perusahaan.

Stok yang ada itu, merupakan stok yang digunakan untuk keadaan darurat, sehingga tidak harus dihabiskan dan dibagikan.

Apabila memang ada terjadi kedaruratan, sementara stok di gudang sudah terbakar maka solusinya bisa meminta bantuan ke provinsi.

"Kalau bangunannya itu dibangun tahun 2005," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help