Kabar Palangkaraya

Hary Tanoe Minta Eksportir Diwajibkan Mengonversi Devisa Hasil Ekspor (DHE) ke Rupiah

Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo meminta pemerintah mewajibkan eksportir mengonversi Devisa Hasil Ekspor (DHE) ke rupiah.

Hary Tanoe Minta Eksportir Diwajibkan Mengonversi Devisa Hasil Ekspor (DHE) ke Rupiah
tribunkalteng.com/faturahman
Ketua Umum Partai Perindo , Hary Tanoesoedibjo, (tengah) jsaat melakukan kegiatan partai di Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi dalam beberapa waktu ini mendapat perhatian Ketua Umum Partai Perindo , Hary Tanoesoedibjo.

Taipan yang menguasai banyak media televisi di Indonesia ini mengharapkan Pemerintah Indonesia mengambil langkah-langka untuk mengantisipasi sejak dini agar krisis tersebut tidak berkepanjangan.Langkah tersebut dari yang bersifat jangka pendek, menengah hingga jangka panjang.

Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo, upaya yang harus disegerakan ialah pemerintah mewajibkan eksportir mengonversi Devisa Hasil Ekspor (DHE) ke rupiah sesuai persentase konten lokal produk mereka.

Baca: Bus Rombongan Catur Putra Grup Kecelakaan di Tanjakan Letter S Sukabumi, 17 Penumpang Tewas

Baca: VIDEO: Ustaz Abdul Somad Menangis Tersedu-sedu saat Ceramah, Bikin Haru

Baca: Kartika Putri dan Habib Usman Blak-blakan Bicara soal Pernikahan

Desakan kewajiban tersebut lantaran selama ini pemerintah hanya mengimbau eksportir membawa DHE ke Tanah Air dan mengonversinya ke rupiah. Data Bank Indonesia (BI) menyebut, baru sekitar 15-16 persen DHE yang dikonversi ke rupiah.

Konversi ini juga tidak akan merugikan para eksportir karena uang yang disimpan dalam rupiah pada nantinya juga akan digunakan mereka untuk membeli material atau bahan baku lokal yang kemudian diolah menjadi produk ekspor.

Masih dalam upaya jangka pendek, konversi itu dibarengi dengan usaha mendongkrak investasi asing masuk ke Indonesia.

“Kita perlu membentuk tim khusus yang memahami masalah ekonomi, dunia usaha, dan industri untuk roadshow ke pusat-pusat keuangan di luar negeri,” ujar HT lebih lanjut.

Kantong-kantong keuangan dunia itu di antaranya Singapura, Hong Kong, China, Seoul, Tokyo, London, dan New York. Dorongan bagi investasi portofolio masuk Indonesia ini juga dinilai upaya paling cepat. “Bagaimana caranya supaya mereka mau investasi di Indonesia,” tegas HT.

Baca: Jadwal dan Niat Puasa di Bulan Muharram 1440 H, Catat Tanggalnya!

Baca: Diisukan Selingkuh dengan Pramugari, Sule Nyatakan Berani Sumpah Alquran

Sementara itu, pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar ternyata juga berpengaruh terhadap petani di Kalteng, yang megaku harga jual Rotan, Kelapa Sawit dan Karet turut terkena dampak dalam pelemahan rupiah terhadap Dolar AS tersebut.

Beberapa petani di Palangkaraya mengeluhkan anjloknya harga jual karet akibat dampak krisis tersebut."Kalo saya jual karet ga balik modal, rugi, makanya kami memilih tak beraktifitas, karena biaya produksi tinggi sedangkan harga jual rendah,"ujar Idris salah satu petani.(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Ketua Umum Partai Perindo , Hary Tanoesoedibjo, (tengah) saat melakukan kegiatan partai di Palangkaraya , beberapa waktu lalu.(faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help