Bisnis dan Ekonomi

Rp 11,9 Triliun Digelontorkan untuk Jaga Rupiah, Rizal Ramli: Proaktif tapi Kurang Efektif

Dia menjelaskan, intervensi ganda merupakan salah satu bentuk langkah jangka pendek untuk stabilkan rupiah.

Rp 11,9 Triliun Digelontorkan untuk Jaga Rupiah, Rizal Ramli: Proaktif tapi Kurang Efektif
Kolase TribunJakarta.com
Rizal Ramli - Sri Mulyani. 

TRIBUNKALTENG.COM - Upaya Bank Indonesia (BI) untuk menstabilkan nilai tukar rupiah, ditanggapi ekonom yang juga mantan Menko Maritim Rizal Ramli. 

Melalui akun Twitter-nya, @RamliRizal, yang diunggah Rabu (5/9/2018), awalnya Rizal Ramli menautkan pemberitaan terkait upaya Bank Indonesia (BI) yang berupaya melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah, yakni dengan intervensi ganda di pasar valuta asing.

Lantas, Rizal Ramli mengatakan, hanya BI yang proaktif dalam upaya stabilisasi nilai tukar rupiah.

Namun menurutnya, upaya itu kurang efektif karena tidak ada terobosan di sektor riil.

Baca: 4 Pekan Liga Inggris, Liverpool di Posisi Puncak, James Milner Yakin The Reds Bakal Juara

Baca: Dulu Bela Atletico yang Kalah di Final Liga Champions, Thibaut Courtois Kini Jaga Gawang Real Madrid

Baca: Inikah Sosok Polwan 21 Tahun Calon Istri Ahok? Kakak Angkat Pernah Bilang Akan Menikah

"Hanya BI yg proaktif,, tapi kurang effektif krn tidak terobosan di sektor riel," tulis Rizal Ramli.

Diberitakan Kompas.com, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, hingga hari Selasa (5/9/2018) BI telah mengeluarkan Rp 11,9 triliun baik di pasar valuta asing maupun membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

"Sejak Kamis, Jumat, Senin, Rabu kita intervensi jumlahmya meningkat. Juga di pasar sekunder koordinasi dengan Kemenkeu (Kementerian Keuangan)," kata dia ketika rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (5/9/2018).

"Pembelian SBN tidak hanya stabilkan pasar SBN tapi juga mendukung stabilitas nilai tukar, agar suhu badan kita turun. Hari Kamis kita beli Rp 3 triliun, Jumat Rp 4,1 triliun, Senin Rp 3 triliun, dan kemarin Rp 1,8 triliun," sambung dia.

Dia menjelaskan, intervensi ganda merupakan salah satu bentuk langkah jangka pendek untuk stabilkan rupiah.

Selain itu, menurut Perry, hal terpenting dalam menjaga stabilitas rupiah adalah dengan menyeimbangkan tingkat depresiasi serta volatilitas nilai tukar tersebut.

Sehingga nantinya, jika memang harus terdepresiasi terhadap dollar AS tidak akan terjadi secara tiba-tiba.

"Yang paling penting adalah menjaga tingkat depresiasi agar tidak oversoothing sehingga kalau memang terjadi depresiasi tidak mendadak, tetapi secara gradual," ucap dia.

Dia menyebutkan, Bank Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk mengawal ketat rupiah seperti meningkatkan suku bunga acuan, intervensi ganda di pasar valas, serta menawarkan swap dengam biaya yang lebih murah. (TribunWow.com/Rekarinta Vintoko)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul BI Gelontorkan Rp 11,9 Triliun untuk Jaga Rupiah, Rizal Ramli: Proaktif tapi Kurang Efektif, http://wow.tribunnews.com/2018/09/06/bi-gelontorkan-rp-119-triliun-untuk-jaga-rupiah-rizal-ramli-proaktif-tapi-kurang-efektif?_ga=2.19259900.596494696.1536191917-1196662620.1536191917.
Penulis: Vintoko
Editor: Lailatun Niqmah

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved