Kabar Dunia

Bom Bunuh Diri Meledak di Arena Gulat, 20 Orang Tewas

Pihak keamanan Afghanistan menambahkan, selain korban tewas sebanyak 70 orang lainnya mengalami luka-luka.

Bom Bunuh Diri Meledak di Arena Gulat, 20 Orang Tewas
AFP
Seorang pria, korban bom bunuh diri yang mengguncang sebuah arena gulat di Kabul, Afghanistan, Rabu (5/9/2018), mendapatkan perawatan gratis dari obat rumah sakit. 

TRIBUNKALTENG.COM, KABUL - Dua bom bunuh diri meledak di sebuah klub gulat di kota Kabul, Afghanistan, Rabu (5/9/2018). Akibat kejadian itu, setidaknya 20 orang tewas, termasuk dua orang jurnalis.

Pihak keamanan Afghanistan menambahkan, selain korban tewas sebanyak 70 orang lainnya mengalami luka-luka.

Bom pertama meledak di dalam sebuah gedung olahraga di kawasan yang mayoritas penduduknya adalah pemeluk Syiah.

c
Seorang korban ditolong dan dievakuasi dari lokasi bom bunuh diri di sebuah arena gulat ibukota Afghanistan, Kabul. (Aljazeera)

Baca: 3 Murid Valentino Rossi di VR46 Jajal MotoGP 2019

Baca: Kurangi Risiko Gagal Jantung pada Wanita: Jalan Kaki 20 Menit Sehari!

Baca: Mahfud MD Mengurai #2019GantiPresiden, Ini 3 Kriteria Makar Merujuk KUHP

Satu jam kemudian, sebuah bom mobil meledak di saat para jurnalis dan polisi memadati lokasi ledakan pertama.

Setidaknya empat jurnalis terluka dan stasiun telivisi swasta terbesar di Afghanistan, Tolo News memastkan dua jurnalisnya tewas dalam insiden tersebut.

Reporter Samim Faramarz (28) dan juru kamera Ramiz Ahmadi (23) tengah melakukan peliputan langsung dari lokasi kejadian.

"Keduanya sudah memberikan komitmen untuk masa depan negeri ini dan mereka memiliki mimpi besar d masa depan," ujar Direkur Tolo News, Lotfullah Najafizada.

Organisasi intelijen SITE menyebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyatakan bertanggung jawab atas peristiwa tersebut seperti dimuat dalam media propaganda ISIS, Amaq. Serangan maut ini dikecam Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.

"Serangan terhadap warga sipil dan pekerja media di negeri ini adalah serangan terhadap kebebasan berpendapat sekaligus sebuah kejahatan terhadap kemanusiaaan," ujar Presiden Ghani.

Serangan besar terakhir terhadap pemeluk Syiah di Kabul terjadi pada 15 Agustus lalu di sebuah dan menewaskan puluhan pelajar.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bom Bunuh Diri Hantam Gelanggang Gulat di Kabul, 20 Tewas", https://internasional.kompas.com/read/2018/09/06/09294551/bom-bunuh-diri-hantam-gelanggang-gulat-di-kabul-20-tewas.
Penulis : Ervan Hardoko
Editor : Ervan Hardoko

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved