Bisnis dan Ekonomi

Rupiah Terpuruk, Kondisi Ekonomi Indonesia 2018 Sama Seperti 1998?

Kondisi itu kemudian menimbulkan anggapan bahwa fundamental ekonomi dalam negeri saat itu lebih buruk dari 1998.

Rupiah Terpuruk, Kondisi Ekonomi Indonesia 2018 Sama Seperti 1998?
tribunkalteng.com/kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM - Nilai tukar Rupiah terhadap dollar AS masih terjadi.

Bahkan sejumlah bank telah menjual mata uang tersebut di level Rp 15.000 per dollar AS.

Kondisi itu kemudian menimbulkan anggapan bahwa fundamental ekonomi dalam negeri saat itu lebih buruk dari 1998.

Lantas, bagaimana faktanya?

Baca: Pesawat Nyangkut di Pohon Pekarangan Warga, Ternyata Milik Vokalis Band Endank Soekamti

Baca: Noda Tinta di Pakaian Hilang dengan Salah Satu dari 7 Bahan Rumah Tangga Ini

Baca: Roy Suryo Ditagih Kembalikan 3.226 Barang Milik Negara

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memastikan depresiasi rupiah yang terjadi saat ini berbeda dengan depresiasi rupiah ketika 1998 silam.

"Pelemahan rupiah tahun ini dibandingkan 1998 yg anjloknya 80 persen dari Rp 2.500 secara tiba-tiba ya sangat jauh ya. Selain itu, waktu itu juga tidak ada kenaikan gaji sehingga daya beli masyarakatnya menurun dan harga-harga melonjak tinggi," kata David saat dihubungi Kompas.com, Selasa (4/9/2018).

David menambahkan, meski ada pelemahan sepanjang lebih dari satu semester, tahun ini juga diiringi dengan kenaikan gaji dan harga-harga yang cukup terjaga.

Sementara itu Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyatakan bahwa kondisi fundamental perekonomian Indonesia saat ini sangat berbeda dengan fundamental perekonomian Indonesia 20 tahun lalu.

Pada periode tersebut, krisis di Indonesia diawali oleh krisis mata uang Thailand bath dan ditambah buruk dengan pengelolaan utang luar negeri swasta yang tidak hati-hati lantaran sebagian utang tersebut tidak mendapatkan lindung nilai.

Selain itu, penggunaan utang jangka pendek untuk pembiayaan usaha jangka panjang dan penggunaan utang luar negeri untuk pembiayaan usaha domestik turut memperparah kondisi fundamental ekonomi dalam negeri terpuruk.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help