Kabar Kapuas

Bandar Sabu di Kapuas Dibekuk Setelah Berupaya Lolos dan Melawan Petugas

Tersangka juga berupaya melakukan perlawanan terhadap aparat, namun ajaran Satresnarkoba sigap dan bisa mengamankannya.

Bandar Sabu di Kapuas Dibekuk Setelah Berupaya Lolos dan Melawan Petugas
tribunkalteng.com/fadly setia rahman
Kanit II Satresnarkoba Polres Kapuas Aiptu Jaswadi, menunjukkan barang bukti sabu dan tiga tersangka sabu. 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Seorang kurir dan dua bandar narkotika jenis sabu-sabu dibekuk jajaran Satresnarkoba Polres Kapuas dalam satu rangkaian penangkapan, Sabtu (1/9) dini hari lalu.

Penangkapan ketiga tersangka itu berawal dari penangkapan Antoni alias Toni (25) warga yang tinggal di Jalan KP Tendean Kelurahan Selat Hilir, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Kurir sabu ini dibekuk saat berada di kawasan Jalan Pemuda Kilometer 3,5 Kapuas. Dari penggeledahan yang dilakukan, satu paket hemat sabu ditemukan di saku kecil celana yang dipakai Toni.

Baca: Terungkap Harga Jaket Merah Jokowi Saat Menonton Asian Games 2018, Gibran yang Membongkarnya

"Saya di suruh teman juga membelikan sabu itu, seharga Rp 500 ribu. Mau ikut memakai juga," ungkap dia saat berada di Mapolres Kapuas, Senin (3/9/2018).

Usai penangkapan Toni, Satresnarkoba Polres Kapuas melakukan pengembangan hingga akhirnya didapat pengakuan tempat membeli sabu yang disebutkan di kawasan Desa Sei Asam Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas, Kalteng.

Jajaran Satresnarkoba Polres Kapuas dipimpin Kasat Resnarkoba AKP Winarko Kisworo dan Kanit II Aiptu Jaswadi langsung gerak cepat melakukan pengembangan.

Baca: Begini Kondisi Kawanan Pencuri Sarang Walet di Lamandau Usai Ditangkap Polisi

Penggerebekan pun dilakukan di rumah yang diduga jadi tempat bandar sabu di kawasan tersebut.

Dua bandar sabu bisa dibekuk saat itu. Keduanya, yakni Tazeli (46) warga Rantau Kabupaten Tapin dan rekannya Saniah (38) pemilik rumah.

Tazeli sempat mencoba kabur lewat belakang rumah saat penangkapan dilakukan. Namun usahanya gagal karena aparat sudah mengepung lokasi itu.

Baca: Begini Kronologi Penangkapan Kawanan Pencuri Sarang Walet di Lamandau

Tersangka juga berupaya melakukan perlawanan terhadap aparat, namun ajaran Satresnarkoba sigap dan bisa mengamankannya. Sementara Saniah, yang diduga rekan Tazeli untuk membandari barang haram tersebut pun hanya pasrah saat penangkapan.

Terlebih setelah ditemukan barang bukti berupa 12 paket sabu dan peralatan isap di dalam kamar. Polisi juga mengamankan barang bukti lainnya, di antaranya uang tunai Rp 1.750.000.
  
Plh Kapolres Kapuas AKBP Trisaksono Puspo Aji melalui Kasat Resnarkoba AKP Winarko Kisworo mengatakan pengungkapan ini adalah hasil penyelidikan mendalam pihaknya di lapangan.

"Kami akan terus melakukan pengungkapan dalam upaya pemberantasan narkoba di Kabupaten Kapuas," tegas AKP Winarko Kisworo. (tribunkalteng.com/fadly setia rahman)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Sofyar Redhani
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved