Kabar Kalsel

Bisnis Kafe di Banjarmasin Sasar Kalangan Mahasiswa, Berkonsep Warung

Tapi beberapa pelaku bisnis, memilih bisnis kafe yang berkonsep warung atau kaki lima sekitaran kampus dengan segmen pasar mahasiswa.

Bisnis Kafe di Banjarmasin Sasar Kalangan Mahasiswa, Berkonsep Warung
istimewa
kafe berkonsep warung kopi menyasar kalangan mahasiswa 

TRIBUNKALTENG, BANJARMASIN - Bisnis kafe di Kalimantan Selatan (Kalsel) khususnya Banjarmasin begitu menjamur.  Tentunya bisnis ini sudah diisi banyak pemain yang berkelas nasional bahkan internasional.

Tapi beberapa pelaku bisnis, memilih bisnis kafe yang berkonsep warung atau kaki lima sekitaran kampus dengan segmen pasar mahasiswa.

Seperti halnya Warkop Atiga, di Jalan Brigjen H Hasan Basri, Banjarmasin, di jelaskan salah satu pemiliknya Samadikun, ia sengaja memilih tempat ngopi tidak permanen.

"Saya bersama dua teman saya Fitriadi dan M Fikri Haikal memilih tempat sekitaran kampus karena memilih segmen remaja atau mahasiswa," ujar Dikun panggilan akrabnya.

Baca: 52 Korban Gempa Lombok Ditampung Warga Sungai Batang, Begini Kondisinya

Baca: Pasca Diguyur Hujan, 24 Titik Api Kepung Kalteng, Terbanyak di Sukamara

Ia menuturkan target pasarnya saat ini para kalangan remaja dengan menawarkan harga produk lebih murah dibanding tempat kopi lainnya.

"Karena konsep awal memang tempat warung kopi dan ditujukan untuk kalangan  mahasiswa jadi harganya kopinya juga sesuai kantong mahasiswa," kata dia.

Ia menerangkan sistem promosi tempat kopinya saat ini masih mengandalkan mulut ke mulut dan sosial media, karena menurutnya remaja sekarang adalah pengguna aktif sosial media.

Ia menjelaskan saat perkuliahan atau kampus musim libur, turut mempengaruhi jumlah pengunjung warung kopinya.

"Saat musim liburan kampus, penjualan kami sedikit menurun, karena mungkin kebanyakan mahasiswanya merupakan perantauan jadi mereka pulang kampung," ungkapnya.

Ia menuturkan harga kopi ditempatnya mulai Rp 4 ribu hingga Rp 13 ribu. Selain kopi ia juga menjual seperti pisang srikaya Rp 5 ribu per porsi, mie rebus Rp5 ribu, dan gorengan Rp 1.500.

Baca: Usai Lakoni Laga Asian Games, Barito Liburkan Tiga Penggawa Timnas U-23

Baca: Beredar Kabar Pekerja Bisa Tarik Uang Rp 21 Juta dari BPJS, Humas BPJS : Itu Informasi Hoaks

"Produk andalan kami kopi susu harganya Rp 7 ribu, dan makanan andalan kami pisang srikaya," jelasnya.

Ia menambahkan selain itu juga menjual jajanan telur gulung yang dulu sering ditemukan di depan sekolah dasar.

Untuk modal awal yg dibutuhkan dalam membuka usahanya, ia menceritakan tidak kurang dari Rp 15 juta untuk modal bahan hingga sewa tempat.

"Kami memulai bisnis ini memang dari nol, dan kami modal awal itu patungan bertiga, jadi nama tempat kopi kami Warkop Atiga," ceritanya. (banjarmasinpost.co.id/ muhammad maulana)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved