Bisnis dan Ekonomi

Petani Karet Terpuruk, Lahan Berkurang dan Berubah Menjadi Tambang

Belum lagi sejumlah lahan karet kini telah berubah jadi tambang yang membawa dampak lingkungan pada masyarakat sekitar.

Petani Karet Terpuruk, Lahan Berkurang dan Berubah Menjadi Tambang
hasanzainuddin.wordpress.com
Ilustrasi petani karet 

TRIBUNKALTENG.COM, MARTAPURA - Lima belas tahun Sugeng menjadi sebagai petani karet di Kampung Sumur Tutup RT 3 Kecamatan Mataraman, Kelurahan Pasiraman, Kabupaten Banjar.

Selama itu pula dia merasakan masa-masa kemakmuran sebagai petani karet.

Namun sejak beberapa tahun terakhir, pendapatannya semakin menyusut.

Ketika musim kemarau menyebabkan panen karet sedikit.

Ringgit Anjlok, Ekonomi Indonesia Menguat

Dikalahkan Atlet Singapura di Asian Games 2018, Pesilat Malaysia Lakukan Aksi Brutal, Lihat Videonya

Peraturan Menpan RB Tentang Nilai Ambang Batas Tes Kompetensi Pendaftaran CPNS 2018

Bahkan, kini satu kilogram karet hanya dihargai Rp 5.000.

"Normalnya, saya bisa dapat 30 kilo karet untuk lahan satu setengah hektare. Tapi di musim kemarau cuma 15 kiloan,” cerita Sugeng ditemui di pondoknya, Selasa (21/8).

Dia menyebut petani karet saat ini dalam kondisi memprihatinkan.

X
Banjarmasin Post edisi Senin (27/8/2018)

Belum lagi sejumlah lahan karet kini telah berubah jadi tambang yang membawa dampak lingkungan pada masyarakat sekitar.

Sugeng mengaku sebagian kebun karetnya seluas 20 meter dijual untuk keperluan sebuah perusahaan tambang.

Tanah miliknya yang dia jual digunakan sebagai jalan hilir mudik mobil tambang. (Banjarmasin Post edisi cetak)

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help