Kalteng Kita

Kian Sporadis, BNPB Tambah Helikopter Bom Air untuk Atasai Kebakaran Lahan

Hujan yang selama dua pekan ini belum juga mengguyur Kalteng membuat gambut mengering dan sangat sensitif terbakar.

Kian Sporadis, BNPB Tambah Helikopter Bom Air untuk Atasai Kebakaran Lahan
TRIBUNKALTENG.COM/faturahman
Dua Helikopter pembom air melakukan penyiraman dari udaraa saat apel siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan di Kalteng. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kebakaran lahan gambut makin parah terjadi di Kalimantan Tengah memasuki musim kemarau saat ini.

Hujan yang selama dua pekan ini belum juga mengguyur Kalteng membuat gambut mengering dan sangat sensitif terbakar.

Buktinya, seluas 50 hektare lahan gambut di Sampit, Kecamatan Mentaya Hilir, Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, sejak sepekan hingga, Sabtu (18/8/2018) terbakar sehingga membuat Kota Mentaya tersebut juga diselimuti kabut asap.

Baca: Beredar Video Aura Kasih Berpegangan Tangan dengan Pria Bule Ganteng, Pacar Baru atau TTM?

Kebakaran kahan di wikayah Kotawaringin Barat beberapa hari lalu.
Kebakaran kahan di wikayah Kotawaringin Barat beberapa hari lalu. (Istimewa)

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kalimantan Tengah, Darliansjah, mengatakan, BNPB hingga menambah dua helikopter lagi untuk pemadam kebakaran dari udara untuk memadamkan kebakaran lahan gambut tersebut.

Baca: Panjat Tiang Demi Bendera Merah Putih Berkibar di HUT RI ke 73, Inilah Sosok Bocah SMP Itu

Baca: MotoGP Inggris 2018, Inilah 5 Fakta Seputar Sirkuit Silverstone yang Jadi Rumah Jorge Lorenzo

Baca: Mengapa Tanggal 17 Dipilih untuk Proklamasi Kemerdekaan? Ternyata Ada Alasan Soekarno di Baliknya

"Sebenarnya api sudah padam pada bagian atas lahan gambut, saat dilakukan pembasahan, tetapi ternyata dibagian dalam bawah lahan gambut yang cukup dalam air belum bisa menembusnya, makanya kebakaran terjadi dibagian dalam lahan gambut yang kedalamannya bisa mencapai lima meter," ujarnya.

Kondisi inilah yang cukup sulit dipadamkan, karena kedalaman lahan gambut Kalteng memang sangat riskan menjalar api, apalagi saat musim kering seperti sekarang, gambut bagian atas basah tapi bagian bawah masih kering dan rawan terbakar, dan menyebar,"ujarnya.

Darliansjah menerangkan, saat ini ada lima Pesawat Helikopter pembom air yang dikerahkan untuk pemadaman kebakaran lahan tersebut yakni tiga Helikopter di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya dan dua Helikopter water boombing ada di Bandara Iskandar Pangkalanbun.

"Kami juga memperpanjang status siaga darurat kebakaran lahan dan hutan yang harusnya selesai tanggal 19 Agustus diperpanjang hingga tanggal 10 Nopember 2018, tepat peringatan Hari Pahlawan," ujarnya.(TRIBUNKALTENG.COM/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help