Bisnis dan Ekonomi

Naik 12,51%, Total Utang Pemerintah Pusat Rp 4.253 Triliun Hingga Juli 2018

Adapun rasio utang tersebut masih dalam batas aman, karena di bawah 60% terhadap PDB, sesuai dengan UU Keuangan Negara.

Naik 12,51%, Total Utang Pemerintah Pusat Rp 4.253 Triliun Hingga Juli 2018
Syahrizal Sidik
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (13/8/2018). 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, total utang pemerintah pusat hingga akhir Juli 2018 mencapai Rp 4.253,02 triliun, meningkat 12,51% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3.779,98 triliun.

Jika dibandingkan dengan produk domestik bruto (PDB) Indonesia per akhir Juli 2018 yang sebesar Rp 14.302,21 triliun, rasio utang pemerintah pusat tersebut mencapai 29,74% terhadap PDB, menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 29,79 persen terhadap PDB.

Adapun rasio utang tersebut masih dalam batas aman, karena di bawah 60% terhadap PDB, sesuai dengan UU Keuangan Negara.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dengan meningkatnya nominal utang tersebut, pemerintah semakin berhati-hati dalam mengelola utang.

Baca: Aksi Balasan Terhadap Sanksi, Presiden Turki Serukan Boikot Produk Elektronik AS

Baca: Gantikan Asman Abnur, Hari Ini Wakapolri Kabarnya Dilantik Jadi Menpan RB

Baca: Jelang HUT ke-73 RI, Yayasan BOS Palangkaraya Lepasliarkan 10 Orangutan

Dengan berprinsip setiap rupiah yang diperoleh, baik itu melalui pinjaman maupun SBN, harus dapat dimanfaatkan untuk membiayai belanja pembangunan yang menghasilkan manfaat lebih besar dari biaya utangnya.

"Manfaat tersebut tidak hanya dari sisi finansial, namun juga manfaat ekonomis yang dampaknya dirasakan secara tidak langsung atau outcome dan dalam jangka panjang," ujar Sri Mulyani di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (14/8).

Ia merinci, utang tersebut berasal dari pinjaman dan surat berharga negara (SBN). Adapun pinjaman tersebut berasal dari luar negeri sebesar Rp 779,71 triliun atau tumbuh 6,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan pinjaman dalam negeri sebesar Rp 5,79 triliun atau tumbuh 48,28% dari periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, utang tersebut juga berasal dari surat berharga negara (SBN) yang sebesar Rp 3.467,52 triliun atau tumbuh 16,18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

SBN tersebut tercatat masih didominasi oleh denominasi rupiah, yakni sebesar Rp 2.674,52 triliun atau tumbuh 13,09%. Sementara SBN yang berdenominasi valas mencapai Rp 793,01 triliun atau tumbuh 16,61% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berita Ini Sudah Dipublikasikan di KONTAN, dengan judul: Total utang pemerintah pusat Rp 4.253 triliun per Juli 2018

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved