Pilpres 2019

Tolak Jadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Ini Alasan Jusuf Kalla

Wakil Presiden Yusuf Kalla akhirnya memutuskan menolak menjadi Ketua Tim Pemenangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019.

Tolak Jadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Ini Alasan Jusuf Kalla
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj/18
Presiden Joko Widodo (kiri) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) bersiap menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pertemuan tertutup di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (9/8). Kedatangaan presiden tersebut untuk memberitahukan rencana pendaftaran capres dan cawapres pada Jumat (10/8) esok di KPU. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj/18. 

TRIBUNKALTENG.COM - Wakil Presiden Yusuf Kalla akhirnya memutuskan untuk tidak menerima kepercayaan yang diberikan Presiden Jokowi untuk menjadi Ketua Tim Pemenangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019

Keputusan Yusuf Kalla menolak menjadi Ketua Tim Pemenangan Joko Widodo--Ma'ruf Amin ini disampaikan Ketua Tim Ahli Wakil Presiden, Sofjan Wanandi.

"Pak Jokowi itu mintanya (agar JK jadi) ketua tim sukses, tapi setelah berbicara dengan Bu Mega dan lain-lain, Pak JK memberitahukan bahwa secara teknis susah pemerintah siapa yang jalankan?" ujar Sofjan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (14/8/2018).

JK, kata Sofjan, menilai bila seorang wapres ikut masuk di tim pemenangan kampanye 2019, maka sama saja dua pimpinan negara, presiden dan wakil presiden, ikut turun langsung di Pilpres. Sedangkan pemerintahan harus tetap berjalan dan perlu ada yang mengendalikan secara langsung.

Oleh karena itu, kata dia, Kalla memilih ingin fokus sebagai wapres dan menolak tawaran jadi ketua tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Baca: Fadli Jubir Prabowo-Sandi, Farhat Wakili Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019

Baca: Polda Kalteng Gerebek Rumah Pasutri di Trans Buntok-Muara Teweh, Hasilnya Amankan Ini

"Jadi Pak JK ingin konsentrasi ke pemerintahan dulu, ya terutama pelaksanakan rencana dari semua rencana Pak Jokowi itu dan Pak JK ini. Mengenai ekonomi terutama," kata dia.

Meski begitu, Sofjan mengatakan, Kalla tetap mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin. Kalla setuju menjadi ketua dewan penasehat tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Menurut Sofjan, posisi sebagai ketua dewan penasehat cocok untuk Kalla.

Alasan dia, Kalla dinilai berpengalaman menjadi koordinator di Pemilu.

"Beliau saya rasa sudah jadi dan sudah bersedia untuk itu (jadi ketua dewan penasehat). Sekarang kan musti dibicarakan yang satu minta ini yang satu minta itu, Pak JK bilang nanti ini akan diputuskan Pak Jokowi," ucap dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jusuf Kalla Menolak Jadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin"

(Penulis : Yoga Sukmana)

Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved