Kabar Kalimantan

Seorang Bocah Meninggal Dunia dan Keluarganya Alami Luka Bakar Akibat Kebakaran Lahan

Menurutnya pula kejadian ini dikarenakan korban membuka lahan dengan cara dibakar yang akhirnya mengepung rumah korban di tengah ladang tersebut.

Seorang Bocah Meninggal Dunia dan Keluarganya Alami Luka Bakar Akibat Kebakaran Lahan
TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Korban akibat kebakaran lahan untuk pembukaan lahan dengan cara dibakar di Nanga Tikan, Melawi. 

TRIBUNKALTENG.COM, KUBURAYA - Kebakaran lahan di Kalbar yang terus terjadi kini telah memakan korban, satu keluarga mengalami luka bakar saat membuka lahan di Dusun Nagan Tikan, Melawi.

Menurut Kepala Manggala Agni DAOPS Pontianak, Sahata Irawan Manik satu diantara korban meninggal dunia akibat luka bakar.

"Berdasarkan informasi yang kita terima dari Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Sintang - Kalimantam Barat, Kadarwanto yang melakukan pengecekan Korban dengan anaknya sedang berada di rumah yang ada di ladangnya. Api yang membakar lahan sekitar tiba-tiba menyambar ke pondok korban dan lansung membesar, kejadian sekitar jam 10.00 hingga 13.00 wib hari Minggu kemarin," ujarnya Senin (13/8/2018).

Adapun korban terbakar tersebut diantaranya, Adong (50 ) kepala keluarga dan kedua anaknya masing-masing Rio (11) serta Vito (8).

Baca: Pelatih dan Pembina Pramuka Kapuas Diberangkatkan ke Malang

Baca: Kapolda Kalteng Dijanjikan Beri Penjelsan Resmi Terkait Penggerebekan Rumah Pasutri oleh Densus 88

Baca: 14 Agustus Hari Pramuka, Ini Kumpulan Kata-kata Mutiara Siaga, Penggalang, Penegak & Pandega

Sehingga akibat luka bakar yang parah maka vito tidak dapat diselamatkan setelah dibawa ke rumah sakit Husada di Nanga Pinoh.

Berdasarkan penuturan ibu Susanti yang merupakan keluarga korban, kejadian di desa Nanga Tikan dusun dua, pada hari minggu, korban terbakar 3 orang. Adong (50) merupakan petani, Rio (11) Vito (8) (meninggal), ketiga korban tersebut adalah ayah dan anak. Dua korban lansung dilarikan ke RS Husada dalam kondisi keritis. dengan kondisi luka bakar 76 persen pak adong, dan 80 persen pada rio sementara satu korban meninggal ditempat kejadian.

"Dua korban kritis disarankan segera di rujuk ke pontianak untuk penanganan yang lebih serius," ungkap Susanti.

Menurutnya pula kejadian ini dikarenakan korban membuka lahan dengan cara dibakar yang akhirnya mengepung rumah korban di tengah ladang tersebut.

"Berdasarkan info dari keluarga korban ini, si Korban membakar lahan untuk ladang hanya bertiga tanpa ada bantuan dari warga lain. Karena cuaca panas dan angin cukup kencang sehingga mengakibatkan arah api berbalik dan mengepung mereka," katanya.

Akibat kejadian tersebut Sahat sangat mengharapkan kesadaran dari masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara di bakar. Karena dampak yang ditimbulkan tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga orang lain.

"Karena itu saya selalu berpesan dan menghimbau akan kesadaran masyarakat, tolong jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Dampaknya itu sangat berbahaya dan bukan tidak mungkin mengakibatkan korban jiwa," pintanya

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Kebakaran Lahan Telan Korban Jiwa, Seorang Bocah Meninggal Dunia dan Keluarganya Alami Luka Bakar, http://pontianak.tribunnews.com/2018/08/13/kebakaran-lahan-telan-korban-jiwa-seorang-bocah-meninggal-dunia-dan-keluarganya-alami-luka-bakar.
Penulis: Try Juliansyah
Editor: madrosid

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved