Kabar Palangkaraya

Puluhan Polisi Menyerbu ke Dalam Rumah Tetangganya dengan Senjata, Begini Reaksi Ribka Tetangga Lud

Ribka semakin dikecam rasa takut begitu menyaksikan beberapa unit mobil penjinak bom dari Brimob bertuliskan Gegana parkir tak jauh dari rumahnya.

Puluhan Polisi Menyerbu ke Dalam Rumah Tetangganya dengan Senjata, Begini Reaksi Ribka Tetangga Lud
BPost edisi cetak

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Raut rupa Ribka, tampak masih memendam rasa kaget dan takut.

Senin (13/8) pagi, ibu rumah tangga warga Jalan Rajawali, Gang Rukun, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekanraya, Kota Palangkaraya, Kalteng, itu dikejutkan kehadiran puluhan anggota kepolisian bersenjata lengkap mengepung sebuah rumah, tak jauh dari tempat tinggalnya.

Ribka semakin dikecam rasa takut begitu menyaksikan beberapa unit mobil penjinak bom dari Brimob bertuliskan Gegana parkir tak jauh dari rumahnya.

Perasaan wanita itu semakin tidak karuan karena menduga ada bom di sekitar rumahnya.

Baca: Dua Sepeda Motor Adu Kambing di Bentok Batibati Tanahlaut, 2 Pengendara Tewas, Satu Luka

Baca: Awas Produk Kosmetik Berbahaya, BPOM Rilis Daftarnya

Baca: Krisis Mata Uang Turki Bayangi Sentimen Negatif Indeks Saham

Ribka yang kala itu tengah beraktivitas di dapur, semakin terperanjat oleh suara orang berteriak, “buka pintu!” berkali-kali.

Sejurus kemudian, terdengar pintu rumah tetangganya itu ditendang sampai papan pintu terlempar.

“Saya benar-benar kaget dan takut. Apa sebenarnya yang terjadi di rumah Pak Lud, tetangga saya itu sampai dipenuhi oleh polisi bersenjata,” ungkap Ribka mengingat peristiwa di dekat rumahnya itu.

Dia menyebut, saat itu suasananya benar-bena mencekam.

Apalagi, lanjut Ribka yang mengaku saat itu tengah mencuci piring, dikejutkan oleh suara orang berteriak keras dibarengi tendangan keras pada pintu rumah tetangga sebelah rumahnya Itu.

Mendengar suara kegaduhan itu, Ribka sempat beranjak keluar dari dapur rumahnya.

Beberapa petugas kepolisian dengan senjata laras panjang mengarah ke rumah bernomor 03 yang didiami oleh Lud dan istrinya.

“Saya benar-benar takut menyaksikan puluhan polisi menyerbu masuk ke dalam rumah dengan senjata siap menyalak,” tutur wanita itu.

Belakangan dia baru mengetahui kalau polisi bermaksud menangkap Lud yang sehari-hari pegawai Rumah Tahanan Kelas II A Palangkaraya adalah terduga jaringan teroris.

Berita ini telah tayang di Harian Banjarmasin Post edisi Selasa (14/8/2018)

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved