Pilpres 2019

Fadli Jubir Prabowo-Sandi, Farhat Wakili Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019

Dia juga menyatakan kesiapannya sebagai jubir untuk menangkal kritik dari Fadli Zon, yang menjadi representasi kubu Prabowo dan Sandiaga Uno.

Fadli Jubir Prabowo-Sandi, Farhat Wakili Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019
Kolase KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO/ABBA GABRILLIN
Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Farhat Abbas dan Jubir Prabowo-Sandiaga Uno, Fadli Zon. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Pilpres 2019 bakal seru. Itu karena Fadli Zon dan Farhat Abbas bakal sering berhadapan, adu argumen hingga debat karena menjadi representasi dari dua pasangan Capres-Cawapres untuk Pilpres 2019.

Farhat Abbas yang selama ini dikenal sebagai pengacara, menyatakan kesiapannya menjadi juru bicara (jubir) pasangan Capres-Cawapres Jokowi dan Ma’ruf Amin.

Dia juga menyatakan kesiapannya sebagai jubir untuk menangkal kritik dari Fadli Zon, yang menjadi representasi kubu Prabowo dan Sandiaga Uno.

"Saya disiapkan partai untuk menghadapi kritik dari Fadli Zon," kata Farhat Abbas Senin (13/5/2018) seperti dikutip dari kompas.com di sela kegiatan pembekalan juru bicara Tim Kampanye Nasional pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (TKN capres-cawapres) Joko Widodo dan Ma'ruf, di Jakarta, Senin (13/8/2018).

Baca: Amerika Serikat Bentuk Angkatan Luar Angkasa

Baca: Info Penerimaan CPNS, Ini 5 Aplikasi Latihan Soal Tes CPNS dengan Sistem CAT

Baca: Lagi Syantik Bikin Siti Badriah Raih Rekor Muri, Jaya Suprana Ucapkan Selamat

Farhat bergabung dengan tim kampanyen nasional (TKN) kubu Jokowi-Ma’ruf karena pada Pileg 2019, mantan suami artis Nia Daniati ini menjadi calon anggota legislatif (Caleg) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Dia menjadi Caleg PKB dari daerah pemilihan Jawa Barat IV, Kota Depok dan Kota Bekasi

Farhat berkomitmen memenangkan pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf.

Alasannya, Farhat melihat, pemerintahan Presiden Joko Widodo banyak memiliki keberhasilan dalam pembangunan, tapi sering muncul kritikan yang elementer dan mendiskreditkan Pemerintah.

"Banyaknya kritikan-kritikan yang dipelesetkan untuk mendiskreditkan Presiden Jokowi perlu diluruskan. Masyarakat perlu diberikan pemahaman persoalan yang sebenarnya," tuturnya.

"Kalau ada pihak-pihak yang berpandangan kurang lurus, saya siap untuk meluruskannya," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved