Kabar Katingan

Pembangunan Jembatan Sungai Mentaya Belum Rampung, Ini Kendalanya

Ada dua alternantif agar jalan di Seranau hingga Katingan bisa tembus lewat darat yakni dengan membangun Jembatan Penyeberangan

Pembangunan Jembatan Sungai Mentaya Belum Rampung, Ini Kendalanya
tribunkalteng.com/faturahman
Jembatan di Desa Cempaka Mulya Kecamatan Cempaga, Kotim Kalteng ini, diharapkan bisa membuka keterisolasian di daerah pelosok Katingan dan Kotim termasuk Katingan Kuala 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, sudah membicarakan rencana pembukaan jalan darat menuju Katingan Kuala.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan membangun jembatan penghubung antara Kota Sampit dan Desa Mentaya Seberang di Kecamatan Seranau, Kotim Kalteng.

Namun, sayangnya belum juga ada tanda-tanda persetujuan dari pusat, karena dana yang diperlukan untuk pembangunan jembatan Rp1 triliun.

Usulan tersebut sudah dibicarakan dengan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, bahkan Gubernur meminta agar kedua Bupati yakni Bupati Katingan, Sakarias dan Bupati Kotim, H Supian Hadi, untuk bekerjasama membuka keterisolasian tersebut.

Baca: Pengacara Roro Pilih Mengundurkan Diri, Orangnya Manja

Baca: Dianggap Gila, Pria Ini Bikin Geger Lanud Iswahyudi karena Bawa Gepokan Uang Puluhan Juta

Baca: 2 Cangkir Kopi dan Air Mineral, Pengunjung Bayar Rp700 Ribu, Pihak Kafe Berkilah ini

Bupati Kotim, H Supian Hadi, mengungkapkan, pihaknya sebenarnya sudah membangun jembatan di Kecamatan Cempaga, Kotim yang bisa tembus ke Desa Terantang namun belum tembus ke Kecamatan Seranau, karena jalan masih berupa hutan dan harus ada izin pelepasan lahan.

Ada dua alternantif agar jalan di Seranau hingga Katingan bisa tembus lewat darat yakni dengan membangun Jembatan Penyeberangan Sungai Mentaya dan jalan tembus lewat Kecamatan Cempaga.

Supian Hadi menjelaskan, di Mentaya Seberang ada sebanyak dua kecamatan yang terisolasi dan puluhan desa yang ada di dalamnya, termasuk desa di arah Katingan Kuala yang sampai saat ini belum ada akses jalan darat, kecuali lewat sungai.

Dalam upaya membuka keterisolasian tersebut Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus berupaya membangun jalan untuk membuka keterisolasian dua kecamatan di kawasan seberang Sungai Mentaya tersebut.

Pihaknya juga membangun jalan sepanjang 97 kilometer yang membentang dari Desa Cempaka Mulia Timur Kecamatan Cempaga hingga ke batas Pegatan Kabupaten Katingan, sepanjang jalan itu juga akan dibangun 43 jembatan besar dan kecil.

Jalan akan melintasi Kecamatan Seranau dan Pulau Hanaut yang selama ini terisolasi jalan darat karena lokasinya terletak di kawasan seberang pusat kota Sampit, yang dipisahkan Sungai Mentaya.

Saat ini pembangunan di dua kecamatan itu berjalan lambat karena biaya tinggi akibat belum adanya jalan darat.(TRIBUNKALTENG.COM/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved