Pilpres 2019

Prabowo Ditolak ke Kediaman SBY di Kuningan, Wasekjen Demokrat: Jenderal Kardus

Kabarnya, pembahasan Cawapres ini bahkan membuat Demokrat menyatakan akan keluar dari koalisi.

Prabowo Ditolak ke Kediaman SBY di Kuningan, Wasekjen Demokrat: Jenderal Kardus
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kedua kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (ketiga kanan) beseerta petinggi kedua partai usai mengadakan pertemuan di Kediaman Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/7/2017) malam. Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi serta membahas berbagai permasalahan politik dan kedua partai sepakat bekerja sama tanpa koalisi. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNKALTENG.COM - Mendekati pendaftaran ke KPU, koalisi partai kubu Prabowo Subianto justru memanas. Dinamika yang terjadi, ada pembahasan alot untuk posisi calon wakil presiden (Cawapres).

Kabarnya, pembahasan Cawapres ini bahkan membuat Demokrat menyatakan akan keluar dari koalisi.

Bahkan pada Rabu (8/8/2018), sejumlah petinggi Partai Demokrat berkumpul di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tak hanya itu, Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Andi Arief bahkan dengan keras menyatakan kekecewaannya terhadap kubu Prabowo.

Baca: 15 Tahun Disekap Dukun, Hasni Diduga Telah Enam Kali Hamil

Baca: Tidur Lebih dari 8 Jam Sehari Berisiko Memperpendek Umur? Ini Penjelasan Peneliti

Baca: Jokowi dan Prabowo Belum Mendaftar Capres-Cawapres, Bakal Ada Poros Ketiga?

Andi menyebut Prabowo Jenderal Kardus karena lebih mementingkan uang daripada partai.

"Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang Sandi Uno untuk meng-entertain PAN dan PKS," dikutip dari akun Twitter Andi Arief, Rabu malam (8/8/2018).

Saat dikonfirmasi Andi Arief membenarkan tulisannya tersebut. Ia mengaku kecewa karena Prabowo lebih mementingkan uang daripada perjuangan.

"Bahwa di luar dugaan kami ternyata Prabowo mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan yang benar. Sandi uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing 500 M menjadi pilihannya untuk Cawapres. benar-benar jenderal di luar dugaan," katanya.

Mengenai hal ini, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani membantah tudingan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief bahwa Sandiaga Uno membayar Rp 500 miliar ke PAN-PKS untuk jadi cawapres Prabowo Subianto.

"Saya kira engga benar, saya akan cek dulu," ujar Muzani ditemui di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2018).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Elite Demokrat: Mental Prabowo Jatuh Ditubruk Uang Sandiaga Uno

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help