Kabar Dunia

Beli 11 Sukhoi dari Rusia, Indonseia Dapat Tekanan dari AS

Dengan skema imbal beli, Rusia diwajibkan membeli komoditas dari Indonesia sebesar 50 persen dari harga sukhoi tersebut

Beli 11 Sukhoi dari Rusia, Indonseia Dapat Tekanan dari AS
(KOMPAS.com/Kristian Erdianto)
Pesawat Sukhoi TNI AU yang dipamerkan saat Dirgantara Expo 2017 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (20/4/2017). (KOMPAS.com/Kristian Erdianto) 

TRIBUNKALTENG.COM , JAKARTA - Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, ada tekanan dari Amerika Serikat saat Indonesia membeli 11 pesawat Sukhoi SU-35 dari Rusia.

Dalam pembelian pesawat tersebut Indonesia dan Rusia menggunakan sistem imbal beli.

"Rusia berkenan imbal beli, di tengah jalan Amerika Serikat mulai cawe-cawe (intervensi). Kalau ada transaksi dengan Rusia ada ancaman lain, kita diplomasi itu," ujar Oke dalam acara gathering eksportir di Kantor Bea dan Cukai Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Oke menambahkan, Indonesia telah sepakat membeli 11 pesawat Sukhoi dari Rusia seharga 1,14 triliun dollar AS.

Baca: Percintaan Zodiak di Bulan Agustus, Gemini yang Jomblo Perlu Lakukan First Move Nih

Baca: Tutupi Wajahnya dengan Kain Setiap Setubuhi Hasni, Dukun Jago Menjelma Jadi Sosok Pria Tampan

Baca: Bunda, Besok Bawa Uang Lebih Buat Sumbangan Korban Gempa

Dengan skema imbal beli, Rusia diwajibkan membeli komoditas dari Indonesia sebesar 50 persen dari harga sukhoi tersebut atau senilai 570 juta dollar AS.

Adapun produk yang ingin dibeli oleh Rusia dari Indonesia adalah karet, teh, kopi dan kelapa sawit.

Menurut Oke, skema perdagangan imbal beli bisa ditiru oleh produk lainnya. Skema perdagangan tersebut dianggap mampu mendorong ekspor domestik.

"Kenapa tidak kita imbal belikan, dengan negara yang kita beli migasnya, dengan mewajibkan (imbal beli)," kata Oke.

Penulis: Akhdi Martin Pratama

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://ekonomi.kompas.com/ dengan Judul: Beli Sukhoi dari Rusia, Indonesia Dapat Ancaman dari Amerika Serikat

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help