kabar kalsel

Tak Mudah Untuk Jadi Paskibraka, Tahapannya Harus Seperti Ini

Tahapan menjadi anggota paskibra tak mudah. Mulai dari seleksi administrasi hingga wawancara.

Tak Mudah Untuk Jadi Paskibraka, Tahapannya Harus Seperti Ini
banjarmasinpost.co.id/eka pertiwie
Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kota Banjarmasin sedang berlatih 

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - "Siap grak," ujar pelatih Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), Selasa (7/8/2018) siang, di Halaman Balai Kota Banjarmasin.

Sudah sepekan, paskibra melakukan latihan di Balai Kota Banjarmasin. Salah satu anggota Paskibra, Noormilawati (15) asal SMKN 1 Banjarmasin jurusan Multimedia Kelas XI, mengaku tahapan menjadi paskibra tak mudah.

Mulai dari tahapan seleksi administrasi, kesehatan, tes fisik jasmani, psikotes, hingga seni budaya dan wawancara.

Baca: Ini yang dilakukan Brigadir Lutranis Larongge terhadap anak-anak di sekitar Pos Palangkau

Ia terinspirasi Gloria Natapradja Hemel. Gloria merupakan anggkota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Istana Negara pada Hari Kemerdekaan 2016 silam. Namun, dia sempat dicoret dari daftar Paskibraka karena tersandung masalah kewarganegaraan. Dia memegang paspor Prancis.

Gadis blasteran Prancis-Indonesia telah melewati proses seleksi dan latihan ketat sejak dari tingkat kabupaten/kota. Gloria bahkan berhasil masuk ke dalam 68 peserta Paskibraka Nasional mewakili Provinsi Jawa Barat.

Cerita Gloria ini, menjadikan Mila sapaan akrab Normilawati. Mila melewati tahapan tes administrasi dimuai sejak awal Mei lalu. Dari SMKN 1 Banjarmasin sebenarnya ada lima pendaftat yang ingin menjadi anggota Paskibra untuk pengibaran bendera di Balai Kota, Banjarmasin.

Baca: Ratusan Bintara Polri Polda Kalteng Mulai Ikuti Pendidikan di SPN

Sayang, keempatnya gugur. Satu rekannya gugur saat seleksi administrasi, dua orang gugur saat tes kesehatan, dan satu orang gugur karena sakit.

"Waktu SMP, saya lihat Gloria. Jadi terinspirasi kisahnya. Saya coba akhirnya lolos," kata alumnus SMPN 11 Banjarmasin.

Banyak yang berubah dari Mila sejak tergabung Paskibra. Ia harus disiplin, mulai dari makan tegap, mebghabiskan makanan, hingga wajib tepat waktu. "Minum juga diatur. 1,5 liter untuk tiga kali kegiata," ujarnya.

Tantangan menjadi Paskibra menurutnya, saat hari pertama fisik dan mental digenjot. "Setelah tiga hari pelajaran PBB, setengah bulan latihan di Gedung Sultan Suriansyah baru masuk ke pengibaran. Dan latihan di sini (Balai Kota, red)," jelas dia.

Baca: Anggota Polres Disabet Parang, Pelakunya Ternyata . . .

Halaman
12
Editor: Sofyar Redhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help