Kabar Kalsel

Lauhem Prediksi Penjualan Sapi Menurun, Ini Alasannya

Lauhem Mahfuzi, memprediksi jumlah sapi yang akan laku dari Banjarmasin akan mengalami penurunan karena beberapa sebab.

Lauhem Prediksi Penjualan Sapi Menurun, Ini Alasannya
mustain khaitami
sapi kurban

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN – Lebaran Iduladha makin dekat. Pemerintah Kota Banjarmasin sudah mendatangkan sapi dari luar pulau untuk mencukup kebutuhan sapi di Banjarmasin. Rata-rata sapi yang datang merupakan sapi asal Madura, Jawa Timur.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjarmasin, Lauhem Mahfuzi, memprediksi jumlah sapi yang akan laku dari Banjarmasin akan mengalami pengurangan.  Pasalnya, masyarakat bebas memilih sapi yang lebih murah.

“Ini soal persaingan. Pedagang sapi tak hanya dari Banjarmasin. Ada dari Marabahan, Banjarbaru, dan Tanahlaut. Tentu harganya lebih murah karena tidak ada ongkos kirim. Sedangkan di Banjarmasin ada ongkos kirim dari luar pulau,” jelas dia, Selasa (7/8/2018).

Dia mencontohkan, bahkan ada warga yang berkurban mencari sapi dari Marabahan, Barito Kuala.

Baca: Warga Palangkaraya Perlu Waktu 2 Tahun Bikin KTP Elektronik

“Dari daerah Marabahan atau Pelaihari bisa banting harga. Tidak ada ongkos kirim. Saya juga pilih dari Barito Kuala,” jelas dia.

Pemerintah Kota Banjarmasin pun menyediakan seribu ekor kambing dan 2600 ekor sapi untuk kurban tahun ini. Rinciannya, 400 ekor sapi akan tiba pada pekan ini, selanjutkan akan didatangkan 800 ekor dan, dan 200 ekor, dan sisanya akan dikirimkan menjelang Iduladha.

Harga sapi hidup saat ini mencapai Rp 58 ribu per kilogram berat sapi hidup. 

Baca: Sebanyak 5.560 Napi di Kalsel Diusulkan Memperoleh Remisi Umum

“UPT RPH kami mengeluhkan sepinya sapi ini. Sapinya masih ada. Kalau penurunannya, kami belum bisa menghitung saat ini. Yang jelas, warga memilih membeli dari luar daerah,” katanya.

Persoalan sepinya pasar sapi di Banjarmasin ini, katanya dikeluhkan oleh UPT RPH, sebab, jumlah sapi di Banjarmasin masih banyak.

“Kalau kebutuhan sapi menjelang Iduladha, di Banjarmasin melimpah,” jelas dia.

Baca: Panik Setelah Habisi Korban, Tersangka Pembunuh Anisa Warga Binuang Kabur ke Jember

Untuk pemotongan setiap hari di luar Idul Adha, RPH di Banjarmasin menyediakan 20 sampai 25 ekor per hari. “Itu kebutuhan harian,” ungkap Lauhem.

Persoalan kesehatan sapi jelas akan terus diperhatikan. Pihaknya, juga akan melakukan pemeriksaan sapi sebelum dijual.

“Sebelum dan pasca di potong ada pemeriksaan,” pungkas dia.

(banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi)

Editor: Sofyar Redhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help