Ekonomi dan Bisnis

Bahan Bakar Mineral Masih Jadi Primadona Ekspor di Kalteng

Produk ekspor Provinsi Kalimantan Tengah hingga, Sabtu (4/8/2018) masih didominasi pengiriman barang mentah berupa bahan bakar mineral.

Bahan Bakar Mineral Masih Jadi Primadona Ekspor di Kalteng
tribun kalteng/fathurahman
tabel data ekspor Kalteng 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Produk ekspor Provinsi Kalimantan Tengah hingga, Sabtu (4/8/2018) masih didominasi pengiriman barang mentah berupa bahan bakar mineral sejenis batu bara dan lainnya.

Meski, total nilai ekspor turun 5,47 persen dari US$ 151,85 juta (April
2018) menjadi US$ 143,55 juta (Mei 2018). Namun, pengiriman bahan bakar mineral masih menjadi komoditas primadona ekspor (US$ 84,61 juta), berkontribusi 58,94 persen dari total
ekspor.

Komoditas andalan ekspor selama Mei 2018 masih didominasi oleh sumber daya alam yaitu
bahan bakar mineral (US$ 84,61 juta) atau 58,94 persen dari keseluruhan nilai ekspor.

Baca: Korban Tewas Terbakarnya KM Satya Kencana IX Ternyata Warga Bangkalan

Komoditas ekspor lainnya adalah lemak dan minyak hewani/nabati (US$ 15,93 juta), kayu dan barang dari kayu (US$ 14,48 juta), karet dan barang dari karet (US$ 13,81 juta), serta bijih, kerak, dan abu logam (US$ 11,33 juta).

Meskipun nilainya paling tinggi dibandingkan komoditas lainnya, bahan bakar mineral terjadi penurunan 27,09 persen. Sedangkan komoditas lainnya relatif mengalami peningkatan dibandingkan bulan lalu.

Informasi dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, Hanif Yahya, menyebut, Negara Jepang merupakan negara utama destinasi ekspor (US$ 46,01 juta), berkontribusi 32,05 persen dari total ekspor.

Sedangkan, Pelabuhan Kumai mendominasi layanan arus muat komoditas ekspor (US$ 17,25 juta), berkontribusi 12,02 persen dari total ekspor.

Baca: NEWS VIDEO - Live Streaming Evakuasi Korban KM Satya Kencana IX di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin

"Secara kumulatif, total nilai ekspor turun 7,26 persen dari US$ 870,06 juta (Januari-Mei 2017) menjadi US$ 806,92 juta (Januari-Mei 2018)," ujarnya.

Sedangkan, total nilai impor turun 88,62 persen dari US$ 53,09 juta (April 2018) menjadi US$ 6,04 juta (Mei 2018). Secara kumulatif, nilainya turun 131,53 persen dari US$ 36,09 juta (Januari-Mei 2017) menjadi US$ 83,55 juta (Januari-Mei 2018).

"Neraca perdagangan luar negeri terjadi surplus US$ 137,51juta (Mei 2018) dan US$ 723,37 juta (Januari-Mei 2018)," ujarnya lagi. (banjarmasinpost.co id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help