Kabar Palangkaraya

Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Paling Tinggi di Kalteng, Ini Penyebabnya

Selama Juni 2018, arus lalu lintas penumpang transportasi udara, hampir 3 kali lipat dibandingkan transportasi laut.

Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Paling Tinggi di Kalteng, Ini Penyebabnya
tribun kalteng.com/fathurahman
Aktifitas di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalimantan Tengah 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah melakukan pantauan arus lalulintas penumpang udara maupun melalui kapal laut di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Selama Juni 2018, arus lalu lintas penumpang transportasi udara, hampir 3 kali lipat dibandingkan transportasi laut. Padahal, jumlah penumpang transportasi laut sebenarnya telah naik 234,68 persen dari 20.694 orang pada Mei 2018 menjadi 69.259 orang Juni
2018.

BPS juga memantau, arus lalu lintas barang melalui laut yang turun 20,54 persen dari 1,55 juta ton pada Mei 2018 menjadi 1,23 juta ton pada Juni 2018. Penurunan terjadi pada volume bongkar barang sebesar 61,76 persen.

Sedangkan, Frekuensi penerbangan naik 10,00 persen dari 2.050 penerbangan pada Mei 2018 menjadi 2.255 penerbangan pada Juni 2018.

Bahkan sebut, Kepala BPS Kalteng, Hanif Yahya, Rabu (1/8/2018) Jumlah penumpang transportasi udara naik 19,68 persen  dari 156.670 orang pada Mei 2018 menjadi 187.501 orang Juni 2018.

Arus lalu lintas barang melalui udara naik 4,10 persen dari  1.902 ton pada Mei 2018 menjadi 1.980 ton Juni 2018.

"Kenaikan berasal dari volume bongkar barang sebesar 3,97 persen dan muat barang sebesar 4,28 persen," ujarnya.

Melalui pelabuhan laut, aktivitas penumpang didominasi di Kumai sebesar 59,63 persen dan barang di Sampit sebesar 47,49 persen.

"Sedangkan melalui pelabuhan udara, didominasi oleh Tjilik Riwut baik aktivitas penumpang 51,59 persen maupun barang 51,84 persen," ujarnya lagi.

Baca: TNI AD Buka Penerimaan Calon Bintara Baru, Ini Syarat dan Ketentuannya

Baca: Peneliti Ungkap Adanya Ruang Elektromagnetik Tersembunyi di Piramida Giza

Lebih jauh Hanif menjelaskan, hingga saat ini, pengguna jasa penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, masih paling tinggi jika dibandingkan pengguna jasa penerbangan di bandara lain seperti Bandara H Asan Sampit dan Bandara Iskandar Pangkalanbun.

"Bandara Iskandar di Pangkalanbun, selama ini penggunanya kebanyakan pekerja dan pengusaha sawit, tambang maupun investasi dan jasa lainnya yang mereka ini ingin langsung ke lokasi," ujarnya.

Sedangkan, Bandara Tjilik Riwut penggunanya kalangan umum saja, lebih banyak digunakan, juga karena bandara ini lebih banyak armadanya dan posisi sebagai Ibu kota Provinsi.(tribunkalteng /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help