Kabar Palangkaraya

Bantaran Kahayan Akibat Abrasi, Dua Rumah dan Tiang Listrik Ikut Roboh ke Sungai

Abrasi terjadi sekitar pukul 04.10 WIB, yang juga menyebabkan buah tiang listik rubuh dan jatuh kedalam Sungai Sahayan.

Bantaran Kahayan Akibat Abrasi, Dua Rumah dan Tiang Listrik Ikut Roboh ke Sungai
Istimewa
Rumah ambruk di bantaran Sungai Kahayan akibat abrasi. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kejadian nahas menimpa dua rumah warga yang bermukim di bantaran sungai Kahayan , Kelurahan Pahandut Kecamatan Pahandut Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Dalam dua hari sejak Minggu (29/7/2018 dan Senin (31/7/2018) terjadi dua kali abrasi yang mengakibatkan dua rumah warga yang terbuat dari bahan kayu di bantaran Sungai Kahayan ambruk.

Bahkan jembatan kayu titian yang biasa dipakai warga untuk bepergian turut ambruk akibat abrasi tanah yang ada di bantaran Sungai Kahayan tersebut.

"Untung saat itu penghuninya tidak ada, sehigga tidak ada korban jiwa dalam runtuhnya dua rumah yang terbuat dari bahan kayu itu,"ujar Silam (61) , Ketua RT 04/VIII.

Baca: JAD Tidak Ajukan Banding Setelah Divonis Jadi Organisasi Terlarang, Ini Alasannya

Baca: Bantu Kasus Pemerkosaan Anak di Bawah Umur di Palangkaraya, Hotman Paris Ungkap Kronolisnya

Baca: Usia 12 Tahun Punya Berat Badan 120 Kg, Rizki Harus Jalani Diet Ekstra Ketat

Abrasi terjadi sekitar pukul 04.10 WIB, yang juga menyebabkan buah tiang listik rubuh dan jatuh kedalam Sungai Sahayan.

"Hampir saja menyebabkan kebarakan, karena kabel yang tertarik oleh tiang yang rubuh, menyebabkan percikan api di salah satu rumah, " ujarnya.

Dampak dari abrasi tersebut juga mengakibatkan, akses jalan menuju Dermaga Flamboyan Bawah yang biasa digunakan warga untuk bepergian ikut ambruk tergerus hingga berjatuhan ke Sungai Kahayan.

"Suaranya keras sekali tadi pagi, padahal saat pukul 02.00 wib, saya masih sempat jalan di jembatan titian itu, tapi dua jam setelah itu, jembatannya ambruk

Warga yang berdekatan dengan lokasi abrasi mengaku ketakutan, karena abrasi bisa saja kembali terjadi.Warga sekitar juga berharap agar mendapatkan perhatian dari pemerintah." Tapi sejauh ini baru BPBD yang datang untuk foto dan mendata,"ujarnya. (TRIBUNKALTENG.COM/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help