Kabar Barito Utara

Hari Ini Dibahas, Ini Alternaftif Relokasi Korban Kebakaran Pasar Pendopo Muarateweh

Pedagang pun menginginkan agar relokasi dilakukan secepatnya agar mereka bisa menempati lokasi yang baru meski darurat

Hari Ini Dibahas, Ini Alternaftif Relokasi Korban Kebakaran Pasar Pendopo Muarateweh
Istimewa
Puing eks bangunan Pasar Pendopo yang terbakar saat dikunjungi kalangan DPRD setempat. 

TRIBUNKALTENG.COM, MUARATEWEH - Pemerintah Kabupaten Barito Utara , Kalimantan Tengah, Jumat (27/7/2018) hari ini, akan melakukan rapat membahas penempatan atau merelokasi ratusan pedagang korban kebakaran pasar pendopo Muarateweh, Kalimantan Tengah.

Kebakaran hebat di pasar tersebut, terjadi, Rabu (25/7/2018)  pukul 20.00 WIB yang meluluhlantakan, ratusan kios dan lapak para pedagang sayuran dan sembako juga barang dagangab lainnya di Pasar Pendopo di Jalan Maluku dan Jalan Panglima Batur Muara Teweh, Kabupaten Barut.

Pedagang pun menginginkan agar relokasi dilakukan secepatnya agar mereka bisa menempati lokasi yang baru meski darurat agar mereka bisa kembali berdagang dan bisa mendapatkan uang untuk menyambung hidup ditempat yang baru.

Baca: Kenalkan, Masjid Berjalan Ini Dipersiapkan untuk Olimpiade 2020

Baca: Hadiri Pemakaman KH Busra Khalid, Gubernur Sugianto Ikut Pegang Cangkul

Baca: Ini Perbedaan Gerhana Bulan Total Blood Moon 28 Juli dengan Super Blue Blood Moon 31 Januari

Bupati Barito Utara,memerintahkan, Plt Asisten Administrasi Umum , Effendi, untuk melakukan rapat membahas relokasi pedagang korban kebakaran tersebut, karena banyaknya desakan relokasi pedagang korban kebakaran.

Kemudian muncul dua alternatif dalam relokasi pedagang tersebut yakni di kawasan sekitar area Water Front City (WFC) Kota Muara Teweh, Barito Utara dan Pasar Gembira atau lantai atas Pertokoan Barito Permai.

"Bagi kami yang penting segera saja dicarikan tempat berjualan, sehingga kami bisa kembali berusaha, sembari menunggu pembangunan kembali bangunan di lokasi yang terbakar," ujar Amrullah.

Sementara itu, Data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Barut menyebut,tercatat sekitar 577 kios dan lapak milik pedagang kelontongan (sembako), daging, sayur, baju (pakaian), kuliner (makanan), toko emas, dan lainnya yang beraktivitas di Pasar Pendopo.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Barut Tursia Raya Teddy mengatakan, soal relokasi tersebut, pihaknya memang sudah melakukan koordinasi dengan bupati dan akan diputuskab dalam rapat yang digelar pada hari ini dengan berunding bersama pedagang. (TRIBUNKALTENG.COM/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved