Pilpres 2019

SBY Ungkap Alasan Susahnya Membangun Koalisi dengan Jokowi

Ia mengatakan keputusan untuk tidak berkoalisi dengan Jokowi juga setelah dirinya mendengar sejumlah informasi yang tidak bisa dia sebutkan

SBY Ungkap Alasan Susahnya Membangun Koalisi dengan Jokowi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) menerima kedatangan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (kanan) sebelum melakukan pertemuan tertutup di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (25/7/2018). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi politik yang dibangun Partai Demokrat dan PAN jelang Pilpres 2019. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Rabu (25/7/2018) malam, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi penjelasan utuh mengenai ungkapannya bahwa ada hambatan yang membuat pihaknya kesulitan membangun koalisi dengan kubu Joko Widodo.

SBY menegaskan bahwa ada niat yang sungguh-sungguh dan ikhlas dari Jokowi untuk mengajak Partai Demokrat berkoalisi.

Menurut SBY hal itu sudah dilakukan Jokowi sejak mulai menjalankan tugas sebagai Presiden Republik Indonesia pada 2014 silam.

“Pada saat peralihan kekuasaan dari saya ke Pak Jokowi tahun 2014 silam, Pak Jokowi mengajak Demokrat untuk masuk dalam pemerintahan, namun saya jawab tidak tepat karena saat itu Demokrat tidak mengusung Jokowi atau pun Prabowo Subianto sehingga menurut saya tak tepat bila tiba-tiba kami di dalam,” ujar SBY.

Baca: Nenek Dihabisi Lalu Mayatnya Disetubuhi Berkali-kali oleh Sang Cucu

Baca: Beredar Kabar Wafatnya Mustasyar PWNU Kalteng KH Busro Khalid

Baca: H Nuri Al Banjari Sudah 2 Hari Masuk RS, Kepala dan Matanya Sakit

Presiden RI keenam itu mengatakan Jokowi tak berhenti memberi tawaran agar Demokrat masuk ke koalisi pemerintahan.

Hal itu terjadi pada pertemuan Global Green Growth Institute (GGGI) di Bali yang diketuai SBY pada 2015 lalu.

“Saat itu Pak Jokowi menanyakan hal yang sama dan jawaban saya masih sama,” ucapnya.

Kemudian SBY mengaku sering melakukan pertemuan-pertemuan dengan Jokowi, termasuk saat memberi penjelasan kepada Istana soal fitnah yang mengkaitkannya dengan aksi-aksi bela Islam tahun 2017 lalu.

Hingga akhirnya SBY sempat memiliki asa koalisi antara Jokowi dan Demokrat bisa terbangun.

“Saya pernah tanyakan kepada beliau apakah bisa Demokrat dan Jokowi berkoalisi sementara hubungan saya dan Ibu Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDI Perjuangan) masih belum pulih, beliau bilang bisa saja karena beliau Presidennya, lalu saya berpikir ‘why not’,” jelasnya.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved