Kabar Kalimantan

Tak Bisa Beli Seragam di Sekolah, Siswa Ini Sempat Mau Pakai Seragam Bekas

Beberapa potong seragam putih abu-abu bekas milik kerabat yang kebetulan baru lulus dari SMA 3 Samarinda sudah disiapkan.

Tak Bisa Beli Seragam di Sekolah, Siswa Ini Sempat Mau Pakai Seragam Bekas
Tribun Kaltim
Dian Noviani dan ibunya Rina Setywati di depan rumahnya yang berada di di seputaran Jalan MT Haryono, Gg Rawa Jaya RT 01, Samarinda. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMARINDA - Kondisi ekonomi keluarga yang kurang mampu tidak membuat semangat Dian Noviani, siswa baru di SMA Negeri 3 Samarinda semangatnya untuk menuntut ilmu.

Dian, merupakan satu dari enam peserta didik baru di SMA 3 Samarinda yang mendapatkan keringanan membayar uang seragam sekolah.

Untuk diketahui, di sekolah yang berlokasi di Jalan Juanda, Samarinda Ulu ini setiap peserta didik baru diwajibkan membeli baju batik, rompi plus rok sarung Samarinda dan beberapa item perlengkapan seharga Rp 755 ribu di koperasi sekolah.

Putri sulung pasangan Rina Setywati dan Dwi Basuki ini tinggal di rumah kayu di seputaran Jalan MT Haryono, Gg Rawa Jaya RT 01.

Baca: Viral Video Penyiksaan Tahanan di Penjara, 6 Sipir Ditangkap

Baca: Mulai Tahun Depan Warna Pelat Nomor Putih, Supaya Mudah Dibaca CCTV

Baca: Ramalan Zodiak, Capricorn: Bahagia Tak Harus Mewah

Selain ayah dan ibunya, di rumah yang hanya berukuran sekitar 3 meter x 5 meter ini juga tinggal dua adik laki-lakinya yang masih duduk kelas 2 SMP dan kelas 4 SD. Keluarga ini merupakan penduduk lama di Kota Samarinda.

Sang ibu, Rina Setyawati kepada Tribun yang menyambangi kediamannya, Minggu (22/7) mengaku sangat bersyukur mendapat keringanan bantuan uang seragam.

Bagi suaminya yang hanya berprofesi sebagai kuli bangunan, uang Rp 755 ribu merupakan jumlah cukup besar dan bisa memenuhi kebutuhan hidup beberapa minggu ke depan. Sehari-hari, Rina juga berusaha membantu suami dengan bekerja serabutan.

Rina menuturkan, niat ketiga anaknya bersekolah memang cukup tinggi. Dan untungnya, ketiga anaknya memahami kondisi orangtuanya dan tidak pernah rewel.

Seperti halnya Dian, ketika namanya dinyatakan masuk SMA 3 Samarinda, sudah disampaikan bahwa ayah dan ibunya tak sanggup membeli baju baru. Beberapa potong seragam putih abu-abu bekas milik kerabat yang kebetulan baru lulus dari SMA 3 Samarinda sudah disiapkan.

"Anaknya mau saja pakai baju bekas, nggak malu. Katanya yang penting bisa sekolah. Sudah saya sediakan juga bajunya. Ya mau bagaimana lagi," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved