Siswi SMK Meninggal karena Depresi Diperkosa 8 Orang, Dua Pelaku Anak di Bawah Umur

Tragis bagi keluarga FN. Mereka baru mengetahui anak gadisnya menjadi korban pemerkosaan setelah dia meninggal.

Siswi SMK Meninggal karena Depresi Diperkosa 8 Orang, Dua Pelaku Anak di Bawah Umur
tribunnews.com
ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM, BOGOR -  FN, gadis berusia 16 tahun, warga Gunung Putri, Kabupaten Bogor, meninggal dunia setelah menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh sekelompok remaja.

Sebelum meninggal, korban yang masih berstatus pelajar kelas dua di salah satu SMK di Bogor itu mengalami depresi berat karena perlakuan bejat yang diterimanya.

Korban diperkosa bergantian oleh para pelaku yang berjumlah delapan orang, di salah satu rumah kosong di wilayah Citeureup, Kabupaten Bogor, akhir Juni 2018 lalu.

Tragis bagi keluarga FN. Mereka baru mengetahui anak gadisnya menjadi korban pemerkosaan setelah dia meninggal.

Baca: Kenal dari Facebook, Bidan Ini Diperkosa, Pelaku Rekam Aksi Bejatnya Pakai Ponsel

Baca: Mudah, Murah, dan Harga Jual Menjanjikan, Beternak Love Bird Bisa Jadi Bisnis Pilihan

Baca: Berlatih Tanpa Alas Kaki karena Tak Mampu Beli Sepatu, Muhammad Zohri Menjadi Pelari Tercepat Dunia

Polisi yang menerima laporan dari keluarga korban langsung bergerak menyelidiki kasus tersebut.

Hasilnya, tujuh orang pelaku diamankan. Sementara satu orang masih diburu petugas alias DPO (daftar pencarian orang).

Ketujuh pelaku yang telah diamankan berinisial ISH (15), ARN (14), MR (18), MDF (20), RS (22), N (22), A (22).

Kepala Polres Bogor Ajun Komisaris Besar AM Dicky mengatakan, korban meninggal akibat mengalami depresi berat.

Dicky menyebut, keluarga korban baru mengetahui anaknya menjadi korban pemerkosaan setelah teman korban menceritakan kejadian tragis itu.

"Satu minggu setelah kejadian (perkosaan) itu, korban mengalami gangguan psikis. Korban tidak mau makan, kondisinya semakin drop. Dari situ pihak keluarga merasa curiga," ungkap Dicky di Mapolres Bogor, Jumat (13/7/2018).

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help