Sains

Misi ke Bulan, Israel Kembangan Pesawat Luar Angkasa Terkecil

Mereka juga menyampaikan harapannya menyusul AS, Rusia, dan China dalam pendaratan di bulan.

Misi ke Bulan, Israel Kembangan Pesawat Luar Angkasa Terkecil
Foto AP / Ilan Ben Zion
Opher Doron, manajer umum divisi ruang angkasa Israel Aerospace Industries, berbicara di samping modul lunar SpaceIL, di "ruang bersih" khusus tempat pesawat ruang angkasa sedang dikembangkan, selama tur pers fasilitas mereka di dekat Tel Aviv, Israel, Selasa, 10 Juli 2018. SpaceIL dan Israel Aerospace Industries milik negara berencana meluncurkan pesawat tanpa awak mereka pada bulan Desember berharap menjadi entitas non-pemerintah pertama yang mendaratkan pesawat ruang angkasa di bulan. 

TRIBUNKALTENG.COM, ISRAEL -  Selasa (10/07/2018) lalu, Israel mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan misi bulan pertamanya pada Desember 2018.

Mereka juga menyampaikan harapannya menyusul AS, Rusia, dan China dalam pendaratan di bulan. Misi tersebut akan ditandai dengan peluncuran pesawat ruang angkasa terkecil hingga saat ini.

Pesawat tersebut punya tinggi 1,2 meter dan diameter 6,5 meter.

Baca: BI Izinkan Kredit Rumah DP 0 Persen, Ini Syarat Yang Harus Dipenuhi Penjual, Pembeli dan Perbankan

Baca: Berada di Peringkat Terendah Versi FIFA, Kroasia Melangkah ke Final Piala Dunia 2018

Baca: Bek Persebaya Dilarikan ke RS Usai Jatuh Kepala Lebih Dulu dan Pingsan di Lapangan

Pesawat yang dibangun selama 8 tahun oleh SpaceIL dan Israel Aerospace ini memiliki kecepatan maksimum 36.001 kilometer per jam. "Peluncuran pesawat ruang angkasa pertama ini akan membuat Israel di tahun ke-70, bangga.

 x
Opher Doron, manajer umum divisi ruang angkasa Israel Aerospace Industries, berbicara di samping modul lunar SpaceIL, di "ruang bersih" khusus tempat pesawat ruang angkasa sedang dikembangkan, selama tur pers fasilitas mereka di dekat Tel Aviv, Israel, Selasa, 10 Juli 2018. SpaceIL dan Israel Aerospace Industries milik negara berencana meluncurkan pesawat tanpa awak mereka pada bulan Desember berharap menjadi entitas non-pemerintah pertama yang mendaratkan pesawat ruang angkasa di bulan. (Foto AP / Ilan Ben Zion)
c
Inilah wahana ruang angkasa Israel, sebagai pesawat terkecil yang akan mendarat di Bulan, Desember 2018 mendatang. (Voice of Nigeria)
c
Gambaran artis pesawat ruang angkasa Israel yang akan mendarat di Bulan, Desember 2018 mendatang. (The Times of Israel)

"Ini adalah pencapaian nasional yang akan menempatkan kami di peta antariksa dunia," ungkap Morris Kahn, presiden SpaceIL dikutip dari Fox News, Rabu (11/07/2018).

Proyek ini dimulai ketika beberapa insinyur muda, yaitu Yariv Bash, Kfir Damari, dan Yonatan Winetraub, membangun pesawat ruang angkasa untuk kompetisi Lunar Xprize yang dibuat Google.

Menurut para penyelenggara, pesawat ruang angkasa ini akan memulai misi pertamanya, menanam bendera Israel di bulan. Setelah misi pertamanya, pesawat ini akan memulai misi ilmiah.

c
(Dari kanan) Kepala divisi ruang angkasa IAI, Kepala divisi ruang angkasa IAI, Ofer Doron, CEO SpaceIL Dr. Ido Anteby, presiden organisasi nirlaba SpaceIL Morris Kahn, pendiri Space IL Kfir Damari, pendiri SpaceIL Yariv Bash, dan Aviad Shmaryahu dari Badan Antariksa Israel. (orjewishlife.com)

Beberapa di antara misi ilmiah tersebut adalah mengambil foto dan video dari situd pendaratan dan mengukur medan magnet bulan.

Penelitian, yang dilakukan bekerjasama dengan para ilmuwan dari Weizmann Institute of Science di Rehovot ini akan menggunakan magnetometer pada pesawat ruang angkasa untuk mencoba memahami bagaimana batu-batu di bulan menerima magnetnya.

Pesawat ini rencananya akan diluncurkan melalui roket milik SpaceX pada Desember 2018. Diperkirakan, pesawat ini mendarat di bulan pada 13 Februari 2019.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ingin Susul Jejak AS, Israel Segera Luncurkan Misi ke Bulan", https://sains.kompas.com/read/2018/07/11/193400523/ingin-susul-jejak-as-israel-segera-luncurkan-misi-ke-bulan.
Penulis : Resa Eka Ayu Sartika
Editor : Resa Eka Ayu Sartika

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved