Kabar Palangkaraya

Ritual King Kobra, Warga Terus Berdatangan ke Rumah Rizki, Begini Kata Ahli Forensik

Saking banyaknya orang yang datang, pinggiran jalan menuju lokasi rumah tersebut dipenuhi oleh kendaraan

Ritual King Kobra, Warga Terus Berdatangan ke Rumah Rizki, Begini Kata Ahli Forensik
TRIBUNKALTENG.COM/faturahman
Rizki Ahmad, korban dipatuk ular king cobra tak kunjung dimakamkan 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kisah Rizki Ahmad (19) yang meninggal dunia akibat gigitan ular King Cobra di kawasan car free day (CFD) Bundaran Besar Palangkaraya, hingga, Rabu (11/7/2018) masih berlanjut. Rumahnya di Jalan Danau Rangas terus dipadati warga.

Mereka yang datang tesebut tidak hanya dari kalangan warga biasa saja, tetapi juga ada ASN yang masih pakai seragam, pejabat, hingga pengurus partai juga ada yang menyempatkan diri datang ke lokasi rumah korban di Jalan Danau Rangas, Kelurahan Bukittunggal Kecamatan Jekanraya, Kota Palangkaraya, Kalteng tersebut.

Saking banyaknya orang yang datang, pinggiran jalan menuju lokasi rumah tersebut dipenuhi oleh kendaraan sepeda motor maupun kendaraan roda empat yang parkir, karena ingin melihat secara langsung kondisi jasad Rizki Ahmad yang terbujur kaku di halaman depan rumahnya yang dinaungi tenda fan kelambu, menjalani ritual.

Kabarnya, jasad tersebut masih akan berada di luar rumah hingga tujuh hari ke depan, karena pihak keluarga masih akan melakukan ritual untuk penyembuhan korban Rizki Ahmad yang diklaim keluarga masih bernyawa karena mati suri.

Baca: Begini 12 Cara Khusus Menyimpan Buah dan Sayuran Agar Tetap Segar

Baca: Bukan Adegan Film! Aktor Ini Terlempar dari Motor yang Dikendarai, Begini Kondisinya

Baca: 28 Juli Gerhana Bulan, Ini 6 Mitos dari Seluruh Dunia

Sejak masuk rumah sakit RS Doris Sylvanus Palangkaraya, Minggu (8/7/2018) dan dirawat untuk diberikan pengobatan sehari semalam, kemudian, Senin(9/7/2018) pagi pihak rumah sakit menyatakan korban meninggal dunia, karena racun ular berbisa tersebut sudah merusak pembuluh darah dan organ tubuh Rizki.

Pihak keluarga, sejak Senin kemarin hingga, Rabu (11/7/2018) masih melakukan ritual untuk penyembuhan Rizki Ahmad, namun sayangnya kondisi Rizki belum juga ada tanda-tanda membaik secara signifikan, tubuhnya tetap kaku, dan bagian tubuhnya tampak menghitam, akibat sebaran racun ular berbisa.

Ahli forensik Kamar Mayat Rumah Sakit Doris Sylvanus Palangkaraya, Dr Ricka Zaluchu, menerangkan, tanda-tanda orang yang meninggal, kaku biasanya dimulai 30 menit pertama kematian sampai 2 jam untuk mata, rahang dan ujung-ujung jari tangan dan kaki,

kaku secara seluruh tubuh dalam 8 - 16 jam setelah dinyatakan sudah meninggal dunia.

Kemudian, dalam medis begitu semua tanda kehidupan terhenti maka sudah pastikan manusia sudah tidak bernyawa lagi. Lebih jauh dia mengungkapkan, jika mayat tanpa diberikan formalin akan mulai membusuk dalam 24 jam, setelah dinyatakan korban meninggal dunia.

"Jika mayat yang tidak di formalin, akan muncul tanda-tanda pertama tubuhnya membengkak dalam 3 sampai empat hari kematian, kemudian akan dihinggapi lalat dan akan mulai muncul belatung dihari ke 12," ujarnya.

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help