Info Sehat

Jangan Anggap Remeh Campak, Ibu Hamil Paling Berisiko

Parahnya, ini terjangkit pada ibu hamil yang kemudian menimbulkan paparan terhadap bayi yang dikandungnya.

Jangan Anggap Remeh Campak, Ibu Hamil Paling Berisiko
DOK
Ilustrasi - Imunisasi campak, polio, serta pemberian vitamin A kepada bayi dan balita

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Ancaman penyakit campak dan dampak ikutannya pada anak, masih menjadi persoalan nasional. Kondisi ini pula yang membuat pemerintah kembali menggelar imunisasi bagi anak-anak.

Bekerja sama dengan Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Children's Fund/UNICEF), kampanye imunisasi yang dijadwalkan berlsngsung Agustus dan September 2018, hal ini menjadi pokok bahasan bersama kalangan media di Kalimantan Tengah.

"Untuk Kalteng, 691.363 anak menjadi sasaran dengan melibatkan 86.420 vaksi, 6.914 tenaga kesehatan yang tersebar pada 5.438 pos vaksin di 14 kabupaten/kota," ujar Kasis Survailans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kalteng Yaesar Wawan, Selasa (10/7/2018).

Vaksin rubella sendiri perlu dilakukan kepada bayi 9 bulan sampai 15 tahun. Itu karena, selama ini pemberian vaksin kengkap yang diberikan kepada bayi ternyata dianggap belum mampu menuntaskan persoalan yang ada.

Baca: Kematian Akibat Campak Turun 90 Persen di Indonesia

Baca: Kini Wasit Liga Spanyol Digaji 5 Miliar dan Ini Paling Tajir di Dunia

Baca: Kalrifikasi BPOM Soal Susu Kental Manis, Ternyata Ada Gula yang Berfungsi Sebagai Pengawet

Secara medis, virus campak sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan kecacatan seperti buta dan tuli, kelumouhan, sampai pada gagal jantung pada anak.

Parahnya, ini terjangkit pada ibu hamil yang kemudian menimbulkan paparan terhadap bayi yang dikandungnya.

"Sementara di Kalteng sendiri, pencapaian imunisasi lengkap baru sekitar 85 persen karena belum sepenuhnya dilaksanakan pada semua daerah kepada bayi. Ini lebih pada tingkat kesadaran orang tua," timpal Wawan. (TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help