Potensi Lahar Hujan Hantui Warga Sekitar Gunung Agung

Lahar hujan berpotensi menerjang sungai yang berhulu di Gunung Agung, apalagi kini curah hujan di sekitar Gunung Agung juga relatif tinggi.

Potensi Lahar Hujan Hantui Warga Sekitar Gunung Agung
Istimewa
Gunung Agung kembali erupsi pada Minggu (8/7/2018) pagi, sekitar pukul 05.22 Wita. 

TRIBUNKALTENG.COM, COM, SEMARAPURA - Setelah erupsi beruntun Gunung Agung dalam beberapa hari terakhir, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap lahar hujan.

Lahar hujan berpotensi menerjang sungai yang berhulu di Gunung Agung, apalagi kini curah hujan di sekitar Gunung Agung juga relatif tinggi.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana menjelaskan, dalam kondisi saat ini potensi terjangan lahar dingin pasca erupsi Gunung Agung masih sangat tinggi.

"Sesuai rekomendasi kami, saat hujan seperti saat ini, ada potensi untuk terjadinya lahar hujan. Jadi warga yang tinggal di bantaran sungai yang hulunya di Gunung Agung harus waspada pula," ujar Devy Kamil, Sabtu (7/7/2018).

Baca: Dinihari Tadi Gunung Agung Kembali Erupsi

Baca: Hasil Rusia vs Kroasia, Habis-habisan di Perpanjangan Waktu, Rusia Tumbang di Adu Penalti

Baca: Daftar Pencetak Gol, Hasil Lengkap Babak Perempatfinal dan Jadwal Semifinal Piala Dunia 2018

Ia menjelaskan, lahar hujan terjadi jika abu vulkanik banyak menumpuk di sekitar hulu aliran sungai.

Kondisi ini pun terjadi di Gunung Agung, mengingat dalam beberapa hari terakhir Gunung Agung mengalami erupsi beruntun, bahkan disertai lontaran lava pijar dan abu vulkanik.

Namun dari segi volume, abu vulkanik hasil erupsi beberapa hari ini lebih sedikit dari yang dihasilkan pada periode erupsi bulan November 2017 lalu.

Volume erupsi periode November 2017 lalu menyebabkan terjangan lahar hujan di beberapa sungai yang berhulu di Gunung Agung.

Lahar dingin yang membawa material piroklastik (abu, pasir, batu vulkanik) ini bermuara di Sungai Unda, Klungkung, dan menyebabkan sungai yang dilaluinya mengalami pendangkalan hingga 4 meter.

"Jumlah abu vulkanik erupsi Gunung Agung beberapa hari ini memang lebih sedikit dibandingkan November 2017 lalu. Namun kita semua harus tetap siap siaga dengan kemungkinan lahar hujan," tegas Devy.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved