Durian Otak Udang Nan Fenomenal

Durian Otak Udang Kasongan Didukung Jadi Brand Kalteng ke Tingkat Nasional

persoalan mendasar yang mereka hadapi adalah belum adanya upaya pembinaan terhadap pengembangan teknologi budidaya durian di daerahnya.

Durian Otak Udang Kasongan Didukung Jadi Brand Kalteng ke Tingkat Nasional
tribunkalteng.com/khaitami
Keoala Bank Indonesia Perwakilan Kalteng Wuryan menunjukkan durian kasongan jenis otak udang yang kini sedang fenomenal. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Durian otak udang yang kini sedang fenomenal, tak lepas dari cerita yang beredar dari mulut ke mulut.

Apalagi kabar ini diedarkan dari mereka yang mengaku secara langsung telah menikmatinya.

"Kalau durian kasongan, orang sudah banyak yang tahu. Tapi kalau jenis orang udang, ini yang sepertinya betul-betul durian khas," ujar Wuryanto.

Dalam kapasitasnya sebagai Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kalteng, Wuryanto mengaku telah menyebarkan informsi seputar durian otak udang ke sejumlah rekanannnya, terutama di Pulau Jawa.

Baca: Transaksi Narkoba, Petugas Amankan Empat Pengedar Sabu di Baamang Sampit

Baca: Si Buah Hati Isap Jempol atau Pakai Dot, Mana yang Lebih Baik? Begini Penjelasannya

Baca: Tik Tok Bakal Bisa Eksis Lagi, Begini Kata Menteri Rudiantara

Bahkan dia mengaku telah memesan sebanyak 200 bibit durian otak udang sehingga kemudian bisa dibagi-bagikan, termasuk mengirimkannya ke Pulau Jawa untuk dibudidayakan pada kawasan perkebunan sebagai jenis durian unggulan.

"Kita harus bangga dengan durian otak udang. Itu mengingat, spesifikasi jenisnya yang memang lain, seperti karakteristik durian kasongan yang selama ini dikenal," timpal dia.

Kepala Desa Kuluk Bali, Kabupaten Katingan, Tarik, mengaku bangga jika memang durian otak udang bisa menjadi brand bagi Katingan, bahkan Kalteng.

Namun dikatakan, persoalan mendasar yang mereka hadapi adalah belum adanya upaya pembinaan terhadap pengembangan teknologi budidaya durian di daerahnya.

"Buah yang muncul hanya tergantung pada musim. Saat berbunga lebat, tapi yang menjadi buah sangat sedikit. Kalau saja ada semacam teknologi pengembangan buah, tentu akan sangat menguntungkan bagi warga kami di sini," kata Tarik. (TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help