Bisnis dan Ekonomi

Trump Ancam Perang Dagang, Indonesia Siap Melawan

Trump mengancam bakal mengenakan tarif ke-124 pada produk asal Indonesia, menyusul defisit yang terjadi pada AS

Trump Ancam Perang Dagang, Indonesia Siap Melawan
faturahman
Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita, saat memantau harga sembako di Palangkaraya 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Indonesia sedang dalam pemantauan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait perdagangan kedua negara.

Donald Trump mengeluarkan ancaman perang dagang kepada Indonesia karena menilai tidak berimbangnya nilai ekspor impor dua belah pihak.

Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Enggartiasto Lukita, berkomentar terkait ancaman perang dagang Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Indonesia.

Trump mengancam bakal mengenakan tarif ke-124 pada produk asal Indonesia, menyusul defisit yang terjadi pada AS dalam hubungan dagang dengan Indonesia.

Baca: Sule Jawab Soal Perselingkuhan dengan Pramugari Beranak Dua di Sidang Perceraian

Baca: Wah, Rp 1,576 Triliun Dibelanjakan ke Luar Kalteng

Baca: Demi Lukaku, Kabarnya Cristiano Ronaldo Diobral Real Madrid

Mendag mengakui bahwa kini Pemerintah AS sedang mengevaluasi keberadaan generalized system of preference (GSP) yang diberikan ke produk-produk asal Indonesia.

"Ya GSP-nya itu, kita termasuk dalam negara yang memiliki surplus besar makanya kami juga sudah kirim surat dan kami sudah menyampaikan mengenai yang pasti ada perbedaan angka dulu, bagaimana menghitungnya, jumlah defisit mereka dengan surplus kita berbeda angkanya," jelas Enggar di Gedung Kemendag, Jakarta, Kamis (5/7/2018).

Enggar sendiri meyakini bahwa berdasarkan hitungan yang dilakukannya surplus Indonesia bukan berasal dari daftar bea masuk untuk dikenakan.

Untuk itu, pendekatan dan lobi digunakan Kemendag untuk menyampaikan hal tersebut.

Enggar juga menambahkan, Duta Besar Indonesia di AS pun telah diminta untuk membantu Kemendag.

"Dubes kita di Amerika juga menyampaikan pendekatan dan saya sendiri melakukan komunikasi dengan Amerika untuk meyakinkan, sebab pada dasarnya kita tidak setuju dengan perang dagang karena semua pihak akan dirugikan, kita lebih senang kolaborasi," tutur Enggar.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved