Jelang Tanding Lawan Argentina di Piala Dunia 2018, Ayah Kapten Timnas Nigeria Ini Diculik

Mantan pemain Chelsea ini mengungkapkan bahwa ia menerima kabar tersebut saat berada di bus ketika melakukan perjalanan ke stadion di St Petersburg.

Jelang Tanding Lawan Argentina di Piala Dunia 2018, Ayah Kapten Timnas Nigeria Ini Diculik
Dok. Twitter John Obi Mikel
Kapten timnas Nigeria, John Obi Mikel, (kiri). 

TRIBUNKALTENG.COM - Kapten timnas Nigeria, John Obi Mikel, mengungkapkan bahwa ayahnya sempat diculik jelang laga Nigeria kontra Argentina pada laga terakhir Grup D Piala Dunia 2018.

Kiprah Nigeria pada Piala Dunia 2018 harus terhenti pada fase grup setelah ditaklukkan oleh Argentina 1-2 pada laga terakhir Grup D, Rabu (27/6/2018), di Stadion Saint Petersburg.

John Obi Mikel membuat pernyataan mengejutkan bahwa sang ayah diculik jelang laga kontra Argentina.

Mantan pemain Chelsea ini mengungkapkan bahwa ia menerima kabar tersebut saat berada di bus ketika melakukan perjalanan ke stadion di St Petersburg.

Baca: Leher Digorok, Pria Muda Warga HST Tergeletak Bersimbah Darah di Warung Malam

Baca: Sebelum Ditangkap, Gubernur Aceh Sempat Pamit Mau Ngopi Bersama Teman

Baca: Inggris Singkirkan Kolombia Lewat Adu Penalti, Inilah Foto-foto Dramatisnya

Keluarga Obi Mikel kemudian menelepon sang gelandang untuk memberi tahu bahwa si penculik meminta uang tebusan jika ingin ayah Obi Mikel bebas.

Dikutip BolaSport.com dari Guardian, Obi Mikel tak bisa mengadu ke siapa pun mengenai kejadian yang menimpa sang ayah karena skuad Nigeria saat itu sedang fokus untuk menjalani laga kontra Argentina.

Ayah Obi Mikel diculik di Nigeria tenggara saat ia melakukan perjalanan ke pemakaman di jalan tol Makurdi-Enugu dari Jos.

Polisi berhasil membebaskannya, tetapi ayah Mikel mengatakan dia disiksa selama seminggu dan saat ini berada di rumah sakit.

Ini adalah kedua kalinya dia diculik, dengan yang pertama pada Agustus 2011.

Obi Mikel kemudian tetap bermain dalam laga kontra Argentina meskipun ia harus melawan rasa cemas karena memikirkan kondisi sang ayah.

"Saya bermain ketika ayah saya berada di tangan penculik. Saya harus menekan trauma. Saya menerima telepon empat jam sebelum kick-off," kata Mikel dikutip BolaSport.com dari Guardian.

"Saya mengalami gangguan emosi dan saya harus membuat keputusan apakah saya siap secara mental untuk bermain. Saya bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Namun, pada akhirnya, saya tahu bahwa saya tidak bisa membiarkan 180 juta orang Nigeria menjadi down," ucap dia.

Meski tetap gagal mengantarkan Nigeria lolos ke babak 16 Besar, dalam laga kontra Argentina, Obi Mikel mampu tampil cukup apik untuk memimpin Tim Elang Super di lapangan.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help