Duh! Realisasi Pendapatan Daerah Kalteng Masih di Bawah 50 Persen, Segini Target PAD Kalteng

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2018 bisa mencapai Rp1,4 Triliun dan APBD Rp4,4 Triliun

Duh! Realisasi Pendapatan Daerah Kalteng Masih di Bawah 50 Persen, Segini Target PAD Kalteng
Tribun Kalteng/Fathurahman
Foto ilustrasi: bahan pangan 

TRIBUNKALTENG, PALANGKARAYA -Duh! Realisasi Pendapatan Daerah Kalteng Masih di Bawah 50 Persen, Segini Target PAD Kalteng.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2018 bisa mencapai Rp1,4 Triliun dan APBD Rp4,4 Triliun , dengan harapan akan mempercepat proses pembangunan Kalteng.

Informasi terhimpun dari Kepala Badan Pendapatan Daerah Kalteng, H Kaspinor, hingga, Selasa (26/6/2018) realisasi pendapatan masih di bawah 50 persen, apalagi ada dua kabupaten yang pendapatannya masih sangat minim yang mempengaruhi pendapatan secara menyeluruh.

Baca: Ini Harapan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran Pasca Paslon Mengetahui Hasil Pilkada Serentak 2018

Salah satu yang menyebabkan hingga target pendapatan tersebut berjalan lambat, akibat adanya cuti bersama Lebaran yang cukup panjang sehingga membuat pelayanan di kantor samsat pun terhenti.

"Memang pencapaian PAD hingga saat ini masih di bawah 50 persen dari yang ditetapkan, karena cuti bersama Lebaran cukup panjang, tentu itu sangat berpengaruh pada pendapatan daerah, namun begitu kami tetap optimistis pendapatan akan kembali meningkat setelah pelayanan kembali dibuka," ujarnya.

Lebih jauh dia mengatakan, pemasukan PAD paling tinggi untuk Provinsi Kalteng selama ini adalah dari PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dan BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) di Kantor Samsat.

Baca: Live Streaming Indosiar Persija vs Persebaya di Liga 1 Malam Ini, Keinginan Alfredo Vera Tercapai?

Pantauan di kantor Samsat Palangkaraya, paskalibur lebaran tahun 2018, mengakibatkan warga yang mengurus perpanjangan pajak dan yang mengurus STNK berjubel, karena pengaruh libur cuti bersama lebaran yang cukup panjang.

"Saya baru datang memperpajang pajak kendaraan bermotor, karena kemarin cuti bersama lebaran sampai sembilan hari sehingga , baru sekarang baru bisa urus perpanjangan pajak dan STNK," ujar H Subli warga Jalan Rajawali Palangkaraya. (banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help