Mudik Lebaran 2018 Pemudik Kalteng Lebih Banyak Gunakan Angkutan Ini

Arus balik dan mudik lebaran, di Kalimantan Tengah, diperkirakan akan terus terjadi hingga sebulan kedepan, karena banyak pendatang

Mudik Lebaran 2018 Pemudik Kalteng Lebih Banyak Gunakan Angkutan Ini
Faturahman
Arus balik dan mudik lebaran, warga lebih banyak menggunakan transportasi udara, karena dianggap lebih murah dan cepat.Aktifitas, penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Arus balik dan mudik lebaran, di Kalimantan Tengah, diperkirakan akan terus terjadi hingga sebulan kedepan, karena banyak pendatang dari pulau Jawa maupun dari luar Kalteng lainnya baru mudik dan balik setelah lebaran.

Bahkan, pantauan Minggu (24/6/2018) juga masih ada warga yang baru mudik ke ke kampung halamanya, karena saat lebaran dilarang mudik oleh kantor tempat bekerja, karena harus memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Namun, jumlahnya tidak terlalu banyak, karena pekerja perkebunan kelapa sawit maupun pertambangan dan peruahaan lainnya, sudah mengatur jadwal mudik dan balik bagi karyawannya sehingga tidak terjadi penumpukkan pemudik maupun arus balik lebaran yang lalu.

Baca: LIVE Trans TV & MAXstream - Inggris vs Panama Grup F Piala Dunia 2018, Inggris Wajib Menang!

Direktur Lalulintas Polda Kalteng, Kombes Pol Aries Syahbudin, akhir pekan tadi, mengatakan, tidak terjadi penumpukan penumpang saat mudik sebelum lebaran dan arus balik setelah lebaran ini, karena pengaturan pembayaran THR sudah diatur jauh hari sebelum lebaran.

"Saya juga melakukan koordinasi dengan Kepala Bandara disini, ternyata terjadi peningkatan arus mudik dan balik lebaran melalui jasa transportasi udara. Warga lebih suka mudik atau balik pakai pesawat daripada lewat darat maupun lewat kapal laut," ujarnya.

Baca: Penerimaan CPNS 2018 - Penting, 3 Jenis Tes & Soal yang Diujikan Saat Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)

Sementara itu, berdasarkan, data Badan Pusat Statistik Kalteng terhadap minat warga Kalteng dalam penggunaan transportasi laut dan udara yang ada di Bumi Tambun Bungai, juga menunjukkan peminat jalur udara meningkat dibandingkan jalur kapal laut.

Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah, Hanif Yahya, mengungkapkan, hasil pemetaan yang dilakukan pihaknya dilengkapi dengan data pendukung terungkap warga Kalteng lebih suka menggunakan alat transportasi udara dibandingkan dengan transportasi laut.

Frekuensi penerbangan turun 4,58 persen dari 2.203 penerbangan (Maret 2018) menjadi 2.102 penerbangan
(April 2018).Jumlah penumpang transportasi udara naik 15,26 persen dari 164.842 orang (Maret 2018) menjadi 189.999 orang (April 2018).

"Arus lalu lintas barang melalui udara naik 12,05 persen dari 1.908 ton (Maret 2018) menjadi 2.138 ton (April 2018)," ujarnya lagi.Kenaikan berasal dari volume bongkar barang (11,14persen) dan muat barang (13,90 persen).

Melalui pelabuhan laut, aktivitas penumpang didominasi di Kumai (68,24 persen) dan barang di Sampit (45,78 persen)."Sedangkan melalui pelabuhan udara, didominasi oleh Tjilik Riwut baik aktivitas penumpang (57,87 persen) maupun barang (55,26 persen)," ujarnya. (www.banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help