Kajian Islam

Membayar Utang Puasa Ramadhan Orang yang Telah Meninggal, Ini Hukum, Cara dan Niatnya

Karena yang bersangkutan telah meninggal dunia, maka yang berkewajiban membayarkannya adalah ahli warisnya

Membayar Utang Puasa Ramadhan Orang yang Telah Meninggal, Ini Hukum, Cara dan Niatnya
Istimewa
Ilustrasi - ziarah ke makam keluarga yang telah meninggal dunia 

Dikutip dari sumber lain, niat puasa qodho untuk membayarkan puasa orang yang telah meninggal dunia ini sedikit berbeda dengan niat puasa qodho untuk diri sendiri.

Bedanya adalah nama orang yang telah meninggal dunia itu disebut dalam niatnya.
Begini bunyi niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى

Artinya "Aku niat puasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta’ala".

Di antara niat ini, selipkan nama orang tersebut setelah kata romadhona.
Lebih jelasnya adalah seperti ini:

"Nawaitu shouma ghodin 'an qodhoo i fardho romadhoona" (lalu sebutkan nama orang meninggal yang hendak kita gantikan puasanya) lillahi ta'ala."
Demikianlah hukum, cara serta niat menggantikan puasa untuk orang yang telah meninggal dunia.

(banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal)

Penulis: Yayu
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved