Kajian Islam

Tetap Jalin Silaturami dengan Orang yang Telah Meninggal , Ini 8 Adab Ziarah Kubur

Bagi sebagian kalangan, lebaran adalah salah satu momen yang digunakan secara khusus untuk menziarahi makam

Tetap Jalin Silaturami dengan Orang yang Telah Meninggal , Ini 8 Adab Ziarah Kubur
Istimewa
Peziarah di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Tjilik Riwut kilometer 2,5 Palangkaraya menjelang Ramadan. 

TRIBUNKALTENG.COM - Bagi sebagian kalangan, lebaran adalah salah satu momen yang digunakan secara khusus untuk menziarahi makam orangtua atau kerabat yang telah meninggal dunia.

Meski ziarah kubur tidak cuma bisa dilakukan saat menjelang lebaran, tradisi ini merupakan kebiasaan baik yang harus dilestarikan.

Tak heran, saat menjelang lebaran, banyak yang telah mempersiapkan diri dengan berbagai hal, termasuk mengetahui tata cara dan adab yang harus diketahui peziarah.

Berikut beberapa adab dan tata cara ziarah kubur yang perlu diketahui:

Baca: Didatangi Banyak Peziarah, Makam Tua Telok Selong Ternyata Punya Hubungan dengan Datu Kelampayan

Baca: VIDEO: Pria Ini Tewas Tertimpa Peti Saat Angkat Jenazah Sang Ibu

Baca: Heboh Nelayan Tangkap Ikan Berkepala Burung, Begini Kata Ahli

Pertama, meluruskan niat, sebagaimana Imam Qurthubi di dalam tafsirnya menyatakan; "Hendaknya ketika berziarah, seseorang berniat untuk menggapai keridhaan Allah, memperbaiki hati yang rusak atau memberikan manfaat kepada mayit dengan membacakan Al-Quran atau berdoa di makamnya." (Abu `Abdillah Muhammad bin Ahmad Al-Anshari Al-Qurthubi, Al-Jami'u Li Ahkamil Quran, juz 20, Darul Ihyait Turatsil `Arabi, hal 171.)

Kedua, Kehadiran hati, untuk dapat memetik hikmah dari ziarah, yaitu memetik pelajaran yang dapat melunakkan hati yang kasar sehingga kekerasan hati seseorang dapat luluh dan menitiskan air mata sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Majah ra. bahwa Sayidina Utsman bin `Affan menangis sehingga jenggotnya basah jika berdiri di depan sebuah makam.

Ketiga, Seseorang yang akan berziarah hendaknya suci dari hadats kecil dan hadats besar dan najis. Karena ketika berziarah dianjurkan untuk berdoa, dan doa dalam keadaan suci akan mudah diijabah Allah SWT.

Keempat, Ketika memasuki area pekuburan hendaknya mengucapkan salam secara umum: "Assalamu'alaikum yaa ahlal quburi, yaghfirullaahulanaa wa lakum antum salafnaa wa nahnu bil atsari" Artinya: "Salam sejahtera bagi kalian wahai penghuni kubur, semoga Allah mengampuni kami dan kalian. Kalian adalah pendahulu kami dan kami akan menyusul" (HR.Tirmizi)

Kelima, Tidak menginjak, melangkahi ataupun duduk di atas sebuah makam. Sebagaimana Rasulullah SAW. bersabda: "Sesungguhnya jika salah seorang di antara kalian duduk di atas bara api hingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas sebuah makam." (HR.Muslim, Abu Dawud, Nasai dan Ibnu Majah)

"Sesungguhnya jika aku menginjak bara api, atau pedang yang tajam atau menjahid alas kaki dengan kulit kakiku, lebih kusukai daripada menginjak (melangkahi) sebuah makam." (HR Ibnu Majah)

Halaman
12
Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help