Kabar Kapuas

Keponakan Diikat, Paman Bejat Ini Lalu Garap Korban Saat Pulang Sekolah

Tersangka yang layak disebut penjahat kelamin itu dilaporkan orangtua korban bernama Udin (39).

Keponakan Diikat, Paman Bejat Ini Lalu Garap Korban Saat Pulang Sekolah
Google/net
ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Sahruji alias Uji (54), lelaki yang sehari-harinya sebagai petani ini ditangkap jajaran Reskrim Polsek Kapuas Kuala Kalteng di rumahnya, Saka Mambai, Desa Bandar Mekar, Kecamatan Tamban Catur, Kapuas, Kalteng, Selasa (5/6/2018) sekitar pukul 11.00 Wib.

Tersangka yang layak disebut penjahat kelamin itu dilaporkan orangtua korban bernama Udin (39).

Udin sempat tak percaya kalau Uji yang merupakan paman dari korban melakukan perbuatan bejat.

Sebab apa yang dilakukan tersangka sudah diluar batas dan jelas-jelas melanggar norma-norma agama. Apalagi perbuatan itu dilakukannya terhadap anak di bawah umur.

Baca: Mau Tukar Uang Pecahan Kecil di Kalteng? Ini Jadwal Layanan Lengkap dan Lokasinya

Baca: Hakim Batalkan Keputusan Gubernur Kalsel, Kasus Gugatan PT Sebuku Sejaka

Baca: Pemprov DKI Hentikan Proyek Reklamasi Pulau D, Lihat Bangunan Megah di Atasnya!

Kapolres Kapuas AKBP Sachroni Anwar, melalui Kapolsek Kapuas Kuala Iptu Juhri Muhammad yang dikonfirmasi, Kamis (7/6/2018) menyatakan, berdasarkan laporan dari korban Dewi (bukan nama sebenarnya) kepada polisi, didampingi ayahnya, perbuatan itu dilakukan tersangka pada saat rumah dalam keadaan sepi.

Awal kejadian, ungkap Juhri Muhammad, di bulan Mei 2018 sekitar pukul 11.00 Wib (lupa tanggalnya), pada saat korban pulang sekolah, korban berganti dan rebahan di ruang tengah.

Tiba-tiba datang tersangka Uji dan kemudian menelepon temannya bernama Usin (kini menjadi DPO) untuk datang ke rumah. Kemudian setelah Udin datang, tersangka menyuruh Udin untuk menutup pintu.

Kemudian tersangka memerintahkan kepada Udin untuk mengikat kedua tangan korban dengan tali rapia (rumput Jepang). Setelah itu Udin disuruh pulang, selanjutnya tersangka melepaskan celana korban, kemudian tersangka berusaha memasukkan kemaluannya ke kemaluan korban.

Tersangka sempat mengancam korban, agar tidak menceritakan kepada orang lain, dan apabila korban bercerita, maka korban akan dibunuh. Terungkapnya kasus ini pada Minggu (3/6/2018) siang. Korban mencerikan perbuatan tersangka kepada ayahnya.

Setelah berjalan dua hari, tepatnya Selasa (5/6/2018) ayah korban mengadu ke Polsek Kapuas Kuala. Dari laporan itu, selain memeriksa korban dengan didampingi orangtuanya, polisi juga memeriksa beberapa orang saksi-saksi, seperti Udin serta Idup (19).

"Anggota kami juga mengumpulkan barang bukti dan melakukan visum terhadap korban," terang kapolsek yang murah senyum itu.

Dalam perkara ini, polisi menjerat tersangka dengan Pasal 81 ayat 1, ayat 2, ayat 3 UU RI No.17 thn 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang No1 thn 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI no.23 thn 2002 ttg Perlindungan Anak Jo pasal 294 ayat (1) KUHPidana. (TRIBUNKALTENG.COM/Jumadi)

Penulis: Jumadi
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help