Kalteng Kita

Yuk Sertifikasikan Tanah Wakaf dan Rumah Ibadah, Begini Caranya

Dijelaskan, percepatan ini jadi prioritas karena sejumlah kegiatan pembangunan saat ini mempersyaratkan adanya sertifikat tanah.

Yuk Sertifikasikan Tanah Wakaf dan Rumah Ibadah, Begini Caranya
tribunkalteng.com/khaitami
Acara Ngobrol Bareng Jurnalis yang digelar Kanwil Kementerian Agama Kalteng, Jumat (25/5/2018) 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA -  Kesempatan bagi pengurus rumah ibadah yang selama ini belum mengesahkan tanah  milik umat yang selama ini belum besertifikat.

Itu karena, pemerintah melalui Badan Pertanahan, Agraria, dan Tata Ruang, saat ini sedang gencar membuka kesempatan program sertfikasi.

"Pada 2018 Kementerian Agraria memiliki program strategis pendaftaran dan sertifikasi tanah wakaf serta rumah ibadah. Target nasional 7 juta bidang tanah dan di Kalteng mendapat 1.400 bidang tanah," terang Kepala BPN ATR Kalteng Pelopor.

Hal ini diungkapkan Pelopor kepada media dalam acara Ngobrol Bareng Jurnalis yang digelar Kanwil Kementerian Agama Kalteng, Jumat (25/5/2018) malam. Pada acara itu, hadir sejumlah perwakilan media di Palangkaraya.

Baca: Amien Rais Sorot Program Sertifikat Tanah, Ulin Yusron Bicara Begini di Surat Terbuka

Baca: Trump Batalkan Pertemuannya dengan Kim Jong Un, Nuklir Kami Jauh Lebih Hebat

Baca: VIDEO: Debat Sengit antara Najwa Shihab dan Deddy Corbuzier, Simak Videonya!

Dijelaskan, percepatan ini jadi prioritas karena sejumlah kegiatan pembangunan saat ini mempersyaratkan adanya sertifikat tanah.

Belum lagi munculnya banyak kasus gugatan aset wakaf oleh keluarga pemberi wakaf beberapa tahun setelah dihibahkan.

Sementara pada kenyataannya, banyak persoalan terkait tanah wakaf. Jadi lewat kegiatan ini, tanah wakaf sebagai aset umat memiliki kejelasan.

Kenapa banyak bermasalah di Indonesia bermasalah?

Pelopor mengatakan, sejak program sertifikasi tanah dilakukan pada 1961 hingga saat ini baru 40 juta bidang tanah terdaftar atau seperdua dari penduduk yang terdaftar. Selebihnya belum diketahui.

Sejarah tanah di republik ini panjang. Ada tanah yang tiap tahun pindah kepemilikan, sementara dokumen tertulis atas pemindahan hak. 

Lalu apa saja syarat yang perlu diajukan untuk program sertifikasi tanah wakaf untuk rumah ibadah, sosial, atau pemakaman?

Selain dokumen tanah, syarat dibuatkan proses sertifikasi antara lain juga surat akta wakaf dari KUA. Selanjutnya, proses diajukan kepada BPN dan ATR untuk ditelaah lalu diterbitkan sertifikatnya jika tidak ditemukan adanya masalah atas legalitas tanah. (TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help