Kabar Dunia

Pernah Diancam Bakal Dihabisi, Ketua KPK Malaysia Sebut Skandal Korupsi Najib Rajak Kasus Terbesar

Karena nyawanya terancam, Shukri kemudian kabur ke Amerika Serikat dan kembali lagi setelah Mahathir memintanya memimpin MACC.

Pernah Diancam Bakal Dihabisi, Ketua KPK Malaysia Sebut Skandal Korupsi Najib Rajak Kasus Terbesar
star
Kepala Badan Antikorupsi Malaysia (MACC/SPRM) Datuk Seri Mohd Shukri Abdul 

TRIBUNKALTENG.COM, PUTRAJAYA - Skandal triliunan rupiah di lembaga inevetasi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) yang penuh kontroversi sejak tahun 2014 itu makin terkuak jelas.

Kepala Badan Antikorupsi Malaysia (MACC/SPRM) Datuk Seri Mohd Shukri Abdull mengungkapkan bahwa skandal itu bukan cerita rekaan semata, tetapi adalah kasus korupsi terbesar sepanjang sejarah Malaysia.

Shukri adalah wakil komisaris MACC yang dipecat oleh Najib Razak tahun 2015, namun kembali diangkat oleh Perdana Menteri Mahathir Mohamad, Kamis pekan lalu, untuk menuntaskan pengusutan kasus 1MDB tersebut.

Shukri menceritakan bahwa ia dan Ketua SPRM ketika itu, Tan Sri Abu Kassim Mohamed yang menyelidiki kasus itu sempat dipindahkan ke unit lain, yaitu bahagian pelatihan karena kasus ini.

Baca: Petugas Bawa Belasan Tas Berisi Uang dari Penggeledahan Rumah Mantan PM Malaysia Najib Razak

Baca: Viral Video Balita Korban Kekerasan di Berau, Polisi dan P2TP2A Turun Tangan

Baca: Aa Gym Merasa Tak Layak Masuk Daftar 200 Mubaligh, Ustadz Somad: Jadwal Saya Penuh

Ia awalnya menyelidiki kasus SRC International, anak perusahaan 1MDB, pada bulan Juli 2015.

Saat menelusuri aliran dana dari perusahaan itu, ia meminta agar rekening pribadi PM Najib Razak dibuka karena ada dugaan aliran dana sebesar RM42 juta atau sekitar Rp 130 miliar ke rekening tersebut.

Namun sejak itu, ia justru mendapat ancaman akan ditangkap dan dihabisi hingga akhirnya melarikan diri ke Washington, AS.

Tidak hanya itu, saksi-saksi yang dipanggil tidak mau datang, justru saksi yang membela Najib yang hadir.

Shukri mengatakan, ketika penyelidikan 1MDB berada di fase akhir, dirinya bertemu dengan bekas Jaksa Agung Tan Sri Abdul Gani Patail. Namun sehari setelahnya, Gani dipecat.

Karena nyawanya terancam, Shukri kemudian kabur ke Amerika Serikat dan kembali lagi setelah Mahathir memintanya memimpin MACC.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help