Kalteng Kita

Ditelisik Kejaksaan, Ternyata Segini Dana Pembangunan Bandara HM Sidik Muara Teweh

Setelah adanya indikasi dugaan proyek tersebut berbau korupsi dalam pembangunannya, hingga Rabu (23/5/2018) pihak kejaksaan sudah

Ditelisik Kejaksaan, Ternyata Segini Dana Pembangunan Bandara HM Sidik Muara Teweh
tribunkalteng.com/faturahman
Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, Adi Sutanto. 

TRIBUNKALTENG.COM, MUARATEWEH - Pembangunan Bandara Haji Muhammad Sidik yang berlokasi di Desa Trinsing, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, direncanakan akan selesai dan beroperasi tahun 2019 mendatang.

Proyek pembangunan bandara tersebut merupakan proyek Kemenhub yang menggunakan dana APBN yang nilainya cukup besar.

Setelah adanya indikasi dugaan proyek tersebut berbau korupsi dalam pembangunannya, hingga Rabu (23/5/2018) pihak kejaksaan sudah melakukan lidik terkait dugaan korupsi pembangunanya.

Dinas Perhubungan Barito Utara, melalui Kadisnya, Iwan Fikri mengharapkan, tahun depan proyek tersebut selesai dan bisa operasional untuk pesawat berbadan besar. Sedangkan dana yang diperlukan untuk pembangunan bandara tersebut terdata hingga mencapai ratusan miliar rupiah.

Baca: Dibangun Tapi Tak Kunjung Tuntas, Kejati Telisik Dugaan Korupsi Pembangunan Bandara Muarateweh

Baca: Ditarget Rampung Agustus 2018, GWK di Bali Akan Jadi Patung Tertinggi Kedua di Dunia

Baca: Aa Gym Merasa Tak Layak Masuk Daftar 200 Mubaligh, Ustadz Soamd: Jadwal Saya Penuh

Pekerjaan grubbing area fasilitas sisi darat volume 20 ribu meter persegi Rp520 juta, Pengadaan dan pemasangan AC untuk gedung kantor dan gedung operasional sebesar Rp295 juta.

Pengawasan pekerjaan pembangunan bandara kegiatan rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana bandara dengan dana Rp383 juta Pengadaan mobil tangki air dengan kapasitas 10 ribu liter Rp800 juta.

Pengadaan dan pemasangan sirine SPK, termasuk kelengkapannya, dengan pagu sebesar Rp200 juta, pengadaan dan pemasangan ground cable dari gedung PH ke gedung operasional dengan pagu anggaran sebesar Rp900 juta.

Pengadaan dan pemasaan penangkal petir Rp600 juta, Pengadaan hand mover Rp45 juta, pengadaan dan pemasangan pagar pengamanan bandara dengan pagu Rp6,667 miliar, Penataan gedung terminal penumpang dengan pagu sebesar Rp4,588 miliar, pengadaan dan pemasangan flood light tiang ganda, Pembuatan GSE road dan penataan areal parkir depan terminal Rp4,211 miliar.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, Adi Santoso, mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan BPK-RI dan tim tenaga teknis lainnya untuk menghitung jumlah kerugian dalam pembangunan bandara tersebut.

"Ini masih dalam penyidikan kami, tunggu saja perhitungan dari tenaga teknis untuk menghitung kerugian dampak korupsi bandara itu,"ujarnya di Palangkaraya.
(TRIBUNKALTENG.COM/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help